Kamis, 01 Oktober 2015

Autobigrafi Suparta Wijaya


Nama saya Suparta Wijaya, saya lahir di kota Bekasi, 27 November 1995. Ayah saya bernama Sarifudin dan Ibu saya bernama Sadiah. Saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya bernama Aji Aulia Fikri, umurnya telah menginjak 15 tahun dan sekarang sudah kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Oke mari kita mulai cerita perjalanan hidup saya dari saya lahir hingga sekarang. Saya lahir dari keluarga yang bisa dibilang kekurangan atau tidak mampu, saya ingat pada saat umur saya 5 tahun ayah saya merupakan seorang pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia mencari nafkah hanya mengandalkan panggilan orang untuk bekerja, seperti kuli pasir, kenek angkot di terminal, menjual pakaian wanita menjual es mambo keliling dan sebagainya.

 Pada saat itu keluarga kami sangat kekurangan bahkan untuk membeli agar-agar yang harganya hanya 500 perak pun orang tua saya tidak punya uang dan saya hanya bisa menangis sambil melihat teman sebaya saya menikmati agar-agarnya haha. lalu ayah saya ingat ada uang 500 rupiah pernah jatuh ke kolong tempat tidur dan dicarilah uang tersebut hingga akhirnya ketemu dan saya bisa membeli agar-agar seperti teman saya yang lainnya.

Cobaan tidak berhenti sampai disitu, pada saat umur saya mau menginjak angka 6, ayah saya terserang penyakit usus buntu. Kami sekeluarga sangat sedih dan saya hanya bisa menangis. Bahkan saya selalu dinasihati oleh nenek saya kalau saya harus ikhlas jika nanti terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena kami tidak punya uang untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi. Beruntung ada saudara kami yang sangat baik dan mau meminjamkan uangnya untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi ayah saya.

Saya dan keluarga sangat cemas ketika ayah saya sedang dioperasi dan lagi-lagi saya hanya bisa menangis hingga tertidur, karena memang waktu itu sudah hamper tengah malam. Setelah bangun saya dikabari kalau operasi ayah saya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah betapa senangnya saya mendengar kabar ini.

Ini hanyalah salah satu cerita yang cukup menyedihkan yang pernah terjadi dihidup saya dan masih terkenang sampai sekarang hehe. Dan pada saat umur saya 6 tahun saya memulai pendidikan di jenjang Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah, sekolah swasta Islam dengan fasilitas yang cukup sederhana. Di madarasah sinilah saya menimba ilmu agama selama 6 tahun, disini saya sangat difokuskan untuk belajar mengenai ilmu agama islam, dimulai dari menghapal ayat-ayat al-qur’an, surat-surat pendek, hadits-hadits, ilmu fiqih dan sejarah-sejarah panjang mengenai perjalanan penyebaran agama islam. Alhamdulillah prestasi saya disekolah ini cukup baik. Saya selalu masuk peringkat 10 besar dan prestasi terbaik saya adalah pernah mendapatkan peringkat 3 dikelas hehe. walaupun prestasinya tidak bagus-bagus banget tapi di sinilah saya mempelajari banyak hal yang tak lama ini saya mulai merasakan manfaatnya. dan saya lulus SD pada tahun ajaran 2007/2008. saya bisa sekolah karena dibiayai oleh nenek saya yang merupakan seorang pedagang kue dipinggir jalan.

Oiya waktu SD saya senang sekali bermain layang-layang, bahkan kalau lagi libur sekolah saya bisa bermain layang-layang dari pas bangun tidur sampai matahari mau terbenam haha untuk bermain layang-layangpun saya tidak membelinya karena harganya cukup mahal kalau buat saya. Saya bisa bermain layang-layang itupun karena saya suka mengejar layang-layang yang putus dengan teman-teman saya yang lain juga hehe jadi kami saling berebutan.

Selain bermain layang-layang saya juga senang sekali bermain kelereng ataupun gambaran karena menurut saya permainan tersebut sangat menyenangkan pada zamannya. Tetapi makin kesini zaman makin lebih modern dan saya jarang sekali bahkan hampir tidak pernah melihat anak-anak kecil bermain seperti yang saya lakukan waktu kecil dulu. Anak kecil sekarang justru lebih sering menundukkan kepala. Bukan, mereka bukan sedang mengheningkan cipta untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur, melainkan mereka justru lebih fokus pada smartphonenya. Entah apa yang mereka lakukan atau kerjakan dengan smartphonenya tersebut. dizaman saya hanya orang-orang tertentu yang bisa punya HP. Kalau sekarang jangan ditanya, anak SD pun sudah sangat mahir menggunakan smartphone, sedangkan waktu saya SD saya hanya bisa melihat teman-teman saya bermain gimbot yang disewa dari abang-abang seharga 500 rupiah perjam dan itupun hanya anak-anak yang punya duit lebih yang bisa menyewanya hahaha. Entahlah mungkin kita memang harus mengikuti perkembangan yang berubah 360 derajat dalam waktu yang sangat singkat yang terjadi sekarang ini. Betapa beruntungnya saya dilahirkan pada era emas tahun 90an dan kini saya rindu sekali hehe

Saat SD saya tidak pernah diberikan uang jajan sepeserpun karena sudah diberi bekal kue oleh nenek saya dan untuk menuju sekolah saya berjalan kaki bersama teman-teman saya yang lain. karena memang jaraknya cukup dekat, sekitar 2 kilo meter dan jalan menuju ke sekolah sayapun cukup nyaman karena saya tinggal diperkampungan yang sepanjang jalan masih banyak pohon rindang dan rumah warga, jadi tidak panas, ditambah sepanjang jalan saya bercanda dan bergurau dengan teman-teman saya yang lain sehingga perjalananpun tidak terasa tiba-tiba sudah sampai disekolah saja.

Sesampainya disekolah kami langsung masuk kelas dan belajar, jika jam istirahat berbunyi kami serempak keluar menuju lapangan untuk bermain bersama-sama.

Lalu pada saat saya kelas 4 SD saya pindah rumah dengan alasan ibu saya ingin dekat dengan orang tuanya. Dan pada saat itu ayah saya sudah bekerja di dinas perhubungan (Dishub), berhubung 2 tahun lagi saya masih harus menyelesaikan Sekolah Dasar akhirnya saya dibelikan sebuah sepeda oleh ayah saya dan merupakan hadiah pertama yang bisa dia berikan buat saya hehe saya pun ke sekolah naik sepeda yang jaraknya sekarang jadi lumayan jauh. Dan pada saat saya kelas 5 SD ibu saya tengah mengandung anak kedua nya yaitu adik saya dan ketika saya kelas 6 SD adik saya telah lahir.

Setelah saya lulus Sekolah Dasar saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama. Saya dapat sekolah di SMP Negeri 11 Bekasi.

Baru 1 tahun menjalani sekolah di masa SMP kami langsung diungsikan ke sekolahan lain karena sekolah kami akan di renovasi, kami diungsikan selama 1 tahun di SDN 05 duren jaya Bekasi Timur dan baru bisa melanjutkan kelas 3 SMP di gedung yang baru atau diSMP kami yang sebenarnya yang masih bagus, maklum abis direnovasi hehe. Di SMP sinilah saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, seiring waktu berlalu selama 3 tahun saya menyelesaikan pendidikan dan lulus pada tahun ajaran 2010/2011.

Dari masa SMP lah saya sudah mulai mengenal dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus diikuti dan mana yang harus ditinggalkan. Dan saya baru sadar dimasa inilah jiwa saya masih sangat labil dan masih gampang terpengaruh oleh lingkungan luar. Baik yang buruk maupun yang baik. Dan Alhamdulillah saya bisa menjaga diri saya dari yang buruk-buruk hehe contohnya adalah tawuran.

Pada saat saya SMP tawuran itu seperti kegiatan wajib siswa setelah selesai belajar. karena pada masa itu tawuran sangat trend sekali. Mungkin karena sifat yang masih labil pada umur-umur segitu dan sedang ingin-inginnya terlihat keren atau ingin dipandang hehe bahkan tawuran itu sendiripun ada jadwalnya. Seingat saya nih ya kalau saya tidak lupa kegiatan tawuran itu dilakukan pada hari selasa dan hari kamis (kaya puasa sunah ya) setelah pulang sekolah. Dan kegiatannya dilakukan direl kereta.

Entah apa tujuan mereka tawuran sayapun masih bingung sampai sekarang. Mungkin mereka ingin lebih dekat kepada tuhan:D

Dimulai dari sini pula nasib keluarga saya mulai membaik. Alhamdulillah Ayah saya diterima masuk Tes CPNS. Iya ayah saya resmi diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan di Pemda Kabupaten Bekasi. Saya sangat senang dan bangga sekali dengan ayah saya. Bagaimana tidak seorang yang dulunya hanya berjualan es mambo keliling, jadi kuli pasir, dan penjual pakaian wanita keliling sekarang bisa menggunakan seragam Pegawai Negeri:’) I’m proud of you dad!

Dari ayah saya, saya bisa belajar bahwa kerja keras memang tidak akan pernah mengkhianati. Dan disetiap segala cobaan pasti ada kebahagiaan yang sudah menanti. Seperti tersesat didalam goa, suatu saat pasti kita akan menemukan cahaya jika kita tidak pernah menyerah dan selalu mencari jalan untuk keluar. Ingat pepatah ini:”Pelaut ulung tidak terlahir dari ombak yang tenang!”.

Lalu saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu Sekolah Menengah Kejuruan, tepatnya saya bersekolah di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) Ya bisa dibilang inilah sekolah saya yang “lumayan” :D mungkin karena memang pas ada rezekinya jadi saya bisa masuk salah satu sekolah favorite di daerah Kabupaten Bekasi ini. Saya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor. Di sekolah ini peraturannya sangat ketat bahkan banyak peraturan yang sangat bikin jengkel. Contohnya adalah bagi mahasiswa laki-laki rambut maksimal panjangnya harus 2 centi. Iya 2 centi! Lebih dari itu langsung dicukur gratis secara asal-asalan sama para guru terus misal kita telat datang kita akan disuruh dorong motor keliling lapangan sebanyak 10 kali. Mugkin Karena alasan ini banyak sekali teman saya hanya masuk pas awal-awal sekolah saja. Selebihnya mereka tidak pernah lagi menampakan batang hidungnya alias tidak ada kabar lagi dan sudah pindah ke sekolah lain atau melanjutkan pendidikan di sekolah lain karena tidak tahan dengan peraturan yang super ketat di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi ini.

walaupun begitu saya sangat bangga dengan sekolah saya. Disini saya belajar semua yang ada seperti belajar bahasa Arab dan Bahasa Inggris, bahkan kedua bahas tersebut diwajibkan untuk diaplikasikan dalam kegiatan atau kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, masih banyak sekali kenangan di SMK yang sangat sulit untuk dilupakan. Dimulai dari kenalan dengan teman hingga kenalan dengan gebetan hahaha Memang benar masa-masa terindah itu masa-masa saat di SMA, ya.

Setalah lulus SMK saya melanjutkan studi disalah satu World Class University yang ada di bekasi, yaitu Universitas Gunadarma Kali Malang hingga sekarang. Saya mengambil jurusan Sistem Informasi jenjang S1 kelas malam. Dan sudah menjalankan perkuliahan selama 2 semester dengan IPK 3.50:D sekarang umur saya sudah 19 tahun dan sudah memasuki kuliah disemester 3. Sekian autobiografi dari saya. Oiya saya belum memperkenalkan diri lebih jauh. Baikalah saya akan berkenalan.

mari kenalan!! *salaman*
Nama : Suparta Wijaya
TTL : Planet Bekasi 27 November 1995
Jabatan Sosial : Tuna Asmara
Zodiak : Sagitarius
Hobby : Ngupil sambil jogging
Target hidup : Macarin Wulan Guritno
Sejarah pendidikan : SD-SMP-SMK-Mahasiswa di Univeritas Gunadarma jurusan Sistem Informasi

Kriteria cewek idaman :
Fisik : Yang penting kalo pipis gak berdiri, kulit kuning jigong, rambut panjang dan lurus, dan belom menopause.
Sifat : Sabar, dewasa, ga manja, ga terlalu cerewet, ga boros, rajin mandi, keibuan (pandai menyusui)
Sekian…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar