DATA MINING
Banyak sekali definisi mengenai apa itu data mining. Data mining merupan suatu alat yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses secara cepat data dengan jumlah yang besar. Pengertian yang lebih khusus dari data mining, yaitu suatu alat dan aplikasi menggunakan analisis statistik pada data. Data mining adalah suatu proses ekstraksi atau penggalian data dan informasi yang besar, yang belum diketahui sebelumnya, namun dapat dipahamidan berguna dari database yang besar serta digunakan untuk membuat suatu keputusanbisnis yang sangat penting. Data mining menggambarkan sebuah pengumpulan teknik-teknik dengan tujuan untuk menemukan pola-pola yang tidak diketahui pada data yang telah dikumpulkan. Data mining memungkinkan pemakai menemukan pengetahuan dalam data database yang tidak mungkin diketahui keberadaanya oleh pemakai.
Banyak sekali definisi mengenai apa itu data mining. Data mining merupan suatu alat yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses secara cepat data dengan jumlah yang besar. Pengertian yang lebih khusus dari data mining, yaitu suatu alat dan aplikasi menggunakan analisis statistik pada data. Data mining adalah suatu proses ekstraksi atau penggalian data dan informasi yang besar, yang belum diketahui sebelumnya, namun dapat dipahamidan berguna dari database yang besar serta digunakan untuk membuat suatu keputusanbisnis yang sangat penting. Data mining menggambarkan sebuah pengumpulan teknik-teknik dengan tujuan untuk menemukan pola-pola yang tidak diketahui pada data yang telah dikumpulkan. Data mining memungkinkan pemakai menemukan pengetahuan dalam data database yang tidak mungkin diketahui keberadaanya oleh pemakai.
Data mining merupakan proses semi otomatik yang menggunakan teknik
statistik, matematika, kecerdasan buatan, dan machine learning untuk
mengekstraksi dan mengidentifikasi informasi pengetahuan potensial dan berguna
yang tersimpan di dalam database besar. (Turban et al, 2005 ). Data mining adalah
bagian dari proses KDD ( Knowledge Discovery in Databases) yang
terdiri dari beberapa tahapan seperti pemilihan data, pra pengolahan,
transformasi, data mining, dan evaluasi hasil (Maimon dan Last,
2000). KDD secara umum juga dikenal sebagai pangkalan data.
Fungsi
dan Tujuan Data Mming
Fungsi
Data mining
Data
Mining mengidentifikasi fakta- fakta atau kesimpulan-kesimpulan yang di
sarankan berdasarkan penyaringan melalui data untuk menjelajahi pola-pola atau
anomali-anomali data. Data Mining mempunyai 5 fungsi:
a. Classification
Classification,
yaitu menyimpulkan definisi-definisi karakteristik sebuah grup. Contoh:
pelanggan-pelanggan perusahaan yang telah berpindah kesaingan perusahaan yang
lain.
b. Clustering
Clustering,
yaitu mengindentifikasikan kelompok-kelompok dari barang-barang atau
produk-produk yang mempunyai karakteristik khusus(clustering berbeda dengan
classification, dimana pada clustering tidak terdapat definisi-definisi
karakteristik awak yang di berikan pada waktu classification.)
c. Association
Association,
yaitu mengidentifikasikan hubungan antara kejadian-kejadian yang terjadi pada
suatu waktu, seperti isi-isi dari keranjang belanja.
d. Sequencing
Hampir
sama dengan association, sequencing mengidentifikasikan hubungan-hubungan yang
berbeda pada suatu periode waktu tertentu, seperti pelanggan-pelanggan yang
mengunjungi supermarket secara berulang-ulang.
e. Forecasting
Forecasting
memperkirakan nilai pada masa yang akan datang berdasarkan pola-pola dengan
sekumpulan data yang besar, seperti peramalan permintaan pasar.
Tujuan
Data Mining
Tujuan
data mining antara lain:
a. Explanatory
Untuk
menjelaskan beberapa kondisi penelitian, seperti mengapa penjualan truk pick up
meningkat di colorado.
b. Confirmatory
Untuk
mempertegas hipotesis, seperti halnya 2 kali pendapatan keluarga lebih suka di
pakai untuk membeli peralatan keluarga, di bandingkan dengan satu kali
pendapatan keluarga.
c. Exploratory
Menganalisis
data untuk hubungan yang baru yang tidak di harapkan, seperti halnya pola apa
yang cocok untuk kasus penggelapan kartu kredit.
Penerapan
Data Mining
Dalam
bidang apasaja data mining dapat diterapkan? Berikut beberapa contoh bidang
penerapan data mining:
- Analisa
pasar dan manajemen
Solusi
yang dapat di selesaikan dengan Data Mining, diantaranya: Menembak target
pasar, Melihat pola beli pemakai dari waktu ke waktu, Cross-Market analysis,
Profil Customer, Identifikasi kebutuhan Customer, Menilai loyalitas Customer,
Informasi Summary.
a. Analisa
Perusahaan dan Manajemen resiko
Solusi
yang dapat diselesaikan dengan data mining diantaranya: Perencanaan keuangan
dan evaluasi aset, perencanaan sumber daya (resource planning), persaingan
(competition).
b. Telekomunikasi
Sebuah
perusahaan telekomunikasi menerapkan data mining untuk melihat dari jutaan
transaksi yang masuk, transaksi mana sajakah yang masih harus ditangani secara
manual
c. Keuangan
Financial
Crimes Enforcement Network di Amerika Serikat baru-baru ini menggunakan data
mining untuk menambang triliyunan dari berbagai subyek seperti property,
rekening bank dan transaksi keuangan lainnya untuk mendeteksi
transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan (Seperti money laundry)
d. Asuransi
Australian
Health Insurance Commision menggunakan data mining untuk mengidentifikasi
layanan lesehatan yang sebenarnya tidak perlu tetapi tetap dilakukan oleh
peserta asuransi.
e. Olahraga
IBM
Advanced Scout menggunakan data mining untuk menganalisis statistik permainan
NBA ( jumlah shots blocked, assists dan fouls ) dalam rangka mencapai
keunggulan bersaing ( competitive advantage ) untuk tim New York Knicks dan
Miami Heat.
Metodologi
Data Mining
sebagai
salah satu bagian dari sistem informasi, data mining menyediakan perencanaan
dari ide hingga implementasi akhir. Komponen-komponen dari rencana data mining
adalah sebagai berikkut.
1. Analisa
Masalah (Analyzing the Problem)
Data
asal atau data sumber harus bisa ditaksir untuk dilihat apakah data tersebut
memenuhi kriteria data mining.
Kualitas
kelimpahan data adalah faktor utama untuk memutuskan apakah data tersebut cocok
dan tersedia sebagau tambahan. Hasil yang diharapkan dari dampak data mining
harus dengan hati-hati dimengerti dan dipastikan bahwa data yang diperlukan
membawa informasi yang bisa diekstrak.
2. Mengekstrak
dan Membersihkan Data (Extracting dan Cleansing The Data)
Data
pertama kli diekstrak dari data aslinya, seperti dari OLTP basis data, text
file, Microsoft Acces Database, dan bahkan dari spreadsheet, lalu data tersebut
diletakan dalam data warehouse yang mempunyai sruktur yang sesuai dengan data
model secara khas.
Data Transformation Service (DTS) dipakai untuk mengekstrak dan membersihkan
data dari tidak konsistennya dan tidak kompatibelnya dengan format yang sesuai.
3. Validitas
Data (Validating the Data)
Sekali
data telah diekstrak dan dibersihkan, ini adalh latihan yang bagus untuk menelusuri
model yang telah kita ciptakan untuk memastikan bahwa semua data yang ada
adalah data sekarang dan tetap.
4. Membuat
dan Melatih Model (Creatig and Training the Model)
Ketika
algoritma diterapkan pada model, struktur telah dibangun. Hal ini sangatlah
penting pada saat ini untuk melihat data yang telah dibangun untuk
memastikan bahwa data tersebut menyerupai fakta di dalam data sumber.
5. Query
Data dari Model Data Mining (Querying the Model Data)
Ketika
model yang telah cocok diciptakan dan dibangun, data yang telah dibuat tersedia
untuk mendukung keputusan. Hal ini biasanya melibatkan penulisan front end
query aplikasi dengan program aplikasi/suatu program basis data.
6. Evaluasi
Validitaas dari Mining Model (Maintaining the Validity of the Data Mining
Model)
Setelah
moddel data mining terkumpul, lewat bebrapa waktu, karakteristik data awal
seperti granularitas dan validitas mungkin berubah. Karena model data mining
dapat terus berubah seiring perkembangan waktu.
Proses
Data Mining
Fase-fase
dimulai dari data mentah dan berakhir dengan pengetahuan atau informasi yang
telah diolah, yang didapatkan sebagai hasil dari tahapan-tahapan berikut:
a. Data
Cleansing, juga dikenal sebagai data cleansing, ini adalah sebuah fase dimana
data-data tidak lengkap, mengndung error dan tidk konsisten dibuang dari
koleksi data, sehingga data yang telah bersih relevan dapat digunakan untuk
diproses ulang untuk penggalian pengetahuan(discovery knowledge)
b. Data
Integration, pada tahap ini terjadi integrasi data,dimana sumber-sumber data
yang berulang(multiple data), file-file yang berulang(multiple file), dapat
dikombinasikan dan digabungkan kedalam suatu sumber.
c. Data
Selection, pada langkah ini, data yang relevan terhadap analisis dapat dipilih
dan diterima dari koleksi data yang ada.
d. Data
Transformation, juga dikenal sebagai data consolidation. Pada tahap ini, dimana
data-data yang telah terpilih, ditransformasikan kedalam bentuk-bentuk yang
cocok untuk prosedur penggalian (meaning proedure) dengan cara melakukan
normalisasi dan agregasi data.
e. Data
Mining, tahap ini adalah tahap yang paling penting, dengan menggunakan
teknik-teknik yang diaplikasikan untuk mengekstrak pola-pola potensial yang
berguna.
f. Pattern
Evaluation, pada tahap ini, pola-pola menarik dengan jelas mempresentasikan
pengetahuan telah diidentifikasi berdasarkan measure yang telah diberikan.
g. Knowledge
Representation, ini merupakan tahap terakhir dimana pengetahuan yang telah
ditemukan secara visual ditampilkan kepada user.Tahap penting ini menggunakan
teknik visualisasi untuk membantu user dalam mengerti dan
menginterpresentasikan hasil dari data mining.
Teknik
Data Mining
Sebelum
mengetahui teknik-teknik yang dapat digunakan dalam data mining terdapat empat
operasi yang dapat dihubungkan dengan data mining sebagai berikut.
a. Predictive
modeling, ada dua teknik yang dapat dilakukan dalam predictive modeling, yaitu:
· Classification
Digunakan
untuk membuat dugaan awal tentang class yang spesifik untuk setiap record dalam
database dari satu setnilai class yang mungkin
· Value
Prediction
Digunakan
untuk memperkirakan nilai numeric yang kontinu yang trasosiasi dengan record
database. Teknik ini menggunakan teknik statistic klasik dari linier regression
dan nonlinier regression.
b. Database
segmentation
Tujuan
dabase segmentation adalah untuk mempartisi database menjadi sejumlah segmen,
cluster, atau record yang sama, dimana record tersebut diharapkan homogen.
c. Link
analysis
Tujuan
link analysis adalah untuk membuat hubungan antara record yang individual atau
sekumpulan record dalam database. Aplikasi pada link analysis meliputi product
affinity analysis, direct marketing, dan stock price movement.
d. Deviation
detection
Teknik
ini sering kali merupakan sumber dari penemuan yang benar karena teknik ini
mengidentifikasi outlier yang mengekspresikan deviasi dari ekspektasi yang
telah diketahui sebelumnya. Operasi ini dapat ditampilkan menggunakan teknik
statistik dan visualisasi.
Aplikasi
deviation detection misalnya pada deteksi penipuan dalam penggunaan kartu
kredit dan klaim asuransi, quality control, dan defect tracing.
Dalam
data mining terdapat dua tipe teknik yaitu:
1. Teknik
Klasik (Classical Technique) yang terdiri atas:
a. Statistic
Statistik
adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang sekumpulan dan deskripsi
data yang akan digunakan dalam membuat laporan tentang informasi yang penting
agar seseorang dapat membuat keputusan yang berguna. Salah satu keuntungan
statistik adalah menampilkan database dalam tampilan ber-level tinggi yang
menyediakan informasi-informasi yang berguna tanpa perlu mengerti setiap record
secara detail.
b. Nearest
Neighbour
Teknik
prediksi pengelompokan dan nearest neighbour merupakan teknik yang tertua yang
digunakan dalam data mining. Nearest neighbour merupakan teknik prediksi yang
hampir sama dengan pengelompokan, untuk memperkirakan apakah nilai prediksi ada
dalam satu record, mencari kesamaan nilai prediktor didalam basis data historis
dan menggunakan nilai prediksi dari record yang “Terdekat” untuk tidak
membagi-bagikan record.
c. Pengelompokan
(Clustering)
Pengelompokan
merupakan metode yang mengklasifikasikan data kedalam kelompok-kelompok
berdasarkan kriteria masing-masing data. Biasanya,teknik ini dipakai untuk
memberikan pengguna akhir sebuah gambaran level atas dari apa yang telah
terjadi didalam basis data. Pengelompokan terkadang digunakan untuk segmentasi.
2. Teknik
generasi selanjutnya (The Next Generation Technique)
Decision
Tree (Pohon Keputusan)
Pohon
keputusan merupakan model prediktif yang dapat digambarkan seperti pohon,
dimana setiap node didalam struktur pohon tersebut mewakili sebuah pertanyaan
yang digunakan untuk menggolongkan data. Struktur ini dapat digunakan untuk
membantu memperkirakan kemungkinan nilai setiap atribut data.
Beberapa
hal menarik tentang tree:
a. Tree
ini membagi data pada setiap cabangnya tanpa kehilangan data sedikit pun.
Jumlah total record pada node parent sama dengan jumlah total record yang ada
node children.
b. Sangat
mudah dimengerti bagaimana sebuah model dibangun, kebalikan dengan model dari
neural network atau dari statistik standar.
c. Mudah
untuk menggunakan model ini jika kita mempunyai target pelanggan yang
sepertinya tertarik dengan penawaran marketing.
Dari
perspektif bisnis, decision tree dapat dilihat sebagai pembuatan segmentasi
dari data set yang orisinil. Segmentasi ini dilakukan untuk beberapa alasan
tertentu, misalnya untuk prediksi dari beberapa potong informasi penting.
Meskipun decision tree sendiri dan algoritma yang membuat decision tree itu
mungkin saja sangat kompleks, namun hasil yang ditampilkan dengan cara yang mudah
dimengerti sangat membantu untuk pengguna bisnis. Decision tree sering kali
dikembangkan untuk statistican dalam mengotomatisasi proses menentukan field
mana dari database mereka yang benar-benar berguna untuk terkorelasi dengan
masalh tertentu yang sedang mereka usahakan untuk mengerti. Karena itu,
algoritma decision tree cenderung mengotomatisasi seluruh proses pembuatan
hipotesis dan kemudian melakukan validasi yang lebih komplit dalam cara yang
lebih terintegrasi dibanding dengan teknik data mining lainnya.
Decision
tree biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan:
a. Eksplorasi
Teknologi
decision tree dapat digunakan untuk eksplorasi data set dan masalah bisnis. Hal
ini biasanya dilakukan dengan mencari predictor dan nilai yang dipilih untuk
setiap bagian/cabang dari tree tersebut.
b. Preprocessing
data
Teknologi
ini juga dapat digunakan untuk mengolah daan memproses data yang dapat
digunakan pada algoritma lain, misalnya neural network, nearest neighbour, dan
lain-lain. Hal itu karena algoritma lain memerlukan waktu yang relatif lama
untuk dijalankan jika terdapat jumlah predictor dalam jumlah besar untuk
digunakan sebagai model sehingga teknik decision tree biasanya digunakan pada
tahap pertama data mining untuk menciptakan subset yang berguna dari predictor
baru kemudian hasil tersebut akan dapat dimasukkan pada teknik data miing yang
lain.
c. Prediksi
Para
analis menggunakan teknik ini untuk membangun sebuah model prediktif yang
efektif.
Decision
tree mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :
a. Decision
tree mudah dimengerti dan diinterprestasikan.
b. Penyiapan
data untuk decision tree adalahutama dan tidak dibutuhkan.
c. Decision
tree dapat mengatasi, baik data nominal maupun kategorial.
d. Decision
tree merupakan model white box.
e. Decision
tree dapat melakukan validasi terhadap model dengan tes statistik. Hal itu akan
memungkinan untuk menghitung reliabilitad model.
Decision
tree meruakan teknik yang kuat, dapat bekerja baik dengan data yang besar dalam
waktu yang singkat.
Kelebihan Data Mining :
1. Kemampuan dalam mengolah data dalam jumlah yang
besar.
2. Pencarian Data secara otomatis.
Kekurangan Data Mining :
1. Kendala Database ( Garbage in garbage out ).
2. Tidak bisa melakukan analisa sendiri.
Kesimpulan
Pada
proses Data Mining hal yang paling penting adalah pada tahap “Data Mining”
dengan menggunakan teknik-teknik yang diaplikasikan untuk mengekstrak pola-pola
potensial yang berguna.
Sumber:
https://www.google.com/search?q=proses+data+mining
http://euissitinurjanah.blogspot.co.id/2013/01/kelebihan-dan-kekurangan-data-mining.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar