Minggu, 26 Oktober 2014

PEMUDA DAN FENOMENA CABE-CABEAN

PEMUDA DAN FENOMENA CABE-CABEAN

Awalnya istilah cabe-cabean itu diperuntukan bagi remaja yang masih berusia belasan tahun yang eksis di dunia perbalapan liar. Khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, bandung dan lain-lain, tidak jarang kita melihat gadis-gadis muda nan elok berkeliaran pada malam hari dikota-kota tersebut. Entah untuk menjajakan dirinya atau hanya sekedar ikut-ikutan trend karena pada usia seperti itu fikiran mereka masih sangat labil dan sangat mudah untuk dipengaruhi oleh orang lain. Cabe-cabean memiliki makna yang sangat luas. Banyak yang berpendapat cabe-cabean diidentikkan dengan remaja dengan gaya pakaian tertentu dan tingkah laku remaja yang tidak pantas atau tidak baik, khususnya untuk anak-anak seusia mereka yang umumnya berkisaran SMA dan SMP bahkan SD.

Jika kita telusuri lebih jauh asal muasal sebenarnya kata cabe-cabean itu memiliki arti yang lainnya bahkan kata tersebut merupakan singkatan, tapi berhubung singkatan dari cabe-cabean tidak sopan maka saya tidak akan menuliskannya secara detail. Asal usul cabe-cabean itu sendiri dari balapan liar yang juara atau menang dalam perlombaan balapan tersebut mendapatkan  cabe, cabe-cabean maksudnya, nah itu yang namanya 
cabe-cabean.

Nah, yang tak kalah pentingnya untuk dibahas tentang fenomena cabe-cabean tersebut adalah faktor penyebab cabe-cabean merebak di kalangan anak muda atau ABG sekarang. Bahkan jika hal tersebut tetap dipopulerkan akan menimbulkan dampak negatif yang lebih banyak lagi, fenomena ini sudah berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada remaja bahkan murid-murid sekolah dasar, belum lagi bila dihubungkan dengan maraknya sekarang ini tindak asusila ataupun kekerasan seksual pada anak maupun remaja yang menurut Komisi Perlindungan Anak atau KPAI bahwa kejahatan seksual terhadap anak-anak sudah pada taraf “Bencana Nasional”. Inilah yang harus menjadi kewajiban kita ke depan. Ingat loh, bukan hanya siaga 1 tapi AWAS!

Banyak faktor yang menyebabkan fenomena cabe-cabean dan terong-terongan muncul. Mulai dari faktor keluarga, dalam hal ini adalah orang tua yang musti menggodok kembali kurikulum dalam keluarga tersebut agar berlandaskan nilai agama sebagai pondasi awal kemudian menyusul nilai-nilai lainnya seperti nilai sosial, moral dan budi pekerti. Jangan sampai orang tua kalah dengan anaknya. Lho? Lah kan anak sekarang sudah semakin pintar, bukan berarti orang tuanya sebaliknya loh, hanya saja terkadang banyak orang tua yang cenderung tidak mengikuti perkembangan dunia remaja saat ini, padahal amat penting untuk diketahui orang tua karena hal ini dapat membantu orang tua dalam memberikan penjelasan yang lebih rinci dalam memberikan nasihat pada si anak sesuai fakta kekinian hingga memberikan penjelasan yang mampu diterima dan dimengerti dengan baik, tidaklah mudah menasihati anak pada saat ini karena mereka cenderung merasa mereka lebih tahu, lebih paham dan merasa benar karena mereka yang menjalani sedangkan orang tua dianggap tidak tahu apa-apa. Akan tetapi bukan pula orang tua  bersikap otoriter, mengawasi gerak-gerik anak setiap detiknya, memaksakan kehendak tidak boleh begini atau tidak boleh begitu, hal tersebut malah akan membuat anak merasa tertekan, merasa diawasi, merasa tidak dipercaya hingga merasa tidak nyaman. Anak-anak saat ini banyak yang menuntut emansipasi anak-anak? Apa tuh? Itu loh wujud dari pembelaan mereka dalam menentukan kebebasan dalam bergaul maupun mengemukakan pendapat dan keinginan mereka, jika orang tua tidak dapat mengkomunikasikan dengan baik pada si anak mereka akan mencari orang lain yang dapat lebih mengerti dan menerima apa yang diinginkan mereka.

Kemudian  selanjutnya faktor media, saat ini media televisi dan internet (media sosial) khususnya, banyak mempertontonkan atau bahkan mencontohkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik seperti cara berpakaian atau pun cinta-cintaan yang masih belum pantas untuk dialami oleh anak-anak, bukankah kita juga sudah melihat bukti nyatanya bahwa pernah terjadi di mana sepasang ABG yang bertengkar sampai berbuntut hilangnya nyawa, walaupun mungkin ada faktor lain dari kejadian tersebut, tapi masa sih mereka tidak pernah atau bahkan tidak terpengaruh pada apa yang mereka tonton sebelumnya? Paling tidak saya yakin hal tersebut ikut andil. Kita harus cukup cerdas dalam menyaring acara-acara ataupun channel televisi di rumah, membagi jam yang aman untuk anak-anak khususnya menonton televisi merupakan salah satu langkah yang baik. Dalam pertelevisian Indonesia ada komisi penyiaran yang bertugas membatasi ataupun menyensor adegan-adegan yang tidak pantas dengan memberikan teguran bertahap atau menghentikan suatu program acara akan tetapi  rasanya tidak maksimal jika kita hanya mengandalkan itu saja, kita punya hak untuk menuntut atau menghentikan suatu acara atau program yang dianggap meresahkan secara langsung dengan memberikan teguran kepada pihak stasiun TV terkait ataupun dengan memanfaatkan jejaring sosial yang ada, mungkin akan sulit memang bila kita bergerak seorang diri, tapi dengan semakin berkembangnya media yang ada akan dapat membantu kita menggerakkan banyak orang dengan satu kepentingan yang sama.
Tentu bukan hanya media televisi saja yang harus di waspadai, media sosial sekarang ini bisa menjadi ancaman utama bila dalam penggunaannya tidak secara bijak. 

Orang tua wajib  memonitor aktivitas anaknya di jejaring sosial, jadi orang tua pun harus melek internet, rasanya tidak mungkin bila orang tua hanya mengawasi sepenuhnya kegiatan anaknya di depan komputer, hal tersebut tidak akan maksimal bila orang tua tidak ikut ambil bagian dalam aktivitas anaknya di dunia maya. Dan bagi  kita yang aktif dalam berbagai media seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya, harus memberikan contoh yang baik kepada followers maupun pertemanan di sosial media secara lebih bijak seperti dengan lebih banyak men-share- informasi-informasi bermanfaat, artikel mendidik ataupun status yang tidak mengandung unsur negatif, jangan segan-segan memblokir atau memberi pengaduan kepada Facebook terkait foto atau pun konten yang dianggap meresahkan.

Berikut akan saya berikan contoh atau ciri-ciri dari cabe-cabean

1.    Suka pamer aurat atau mengenakan pakaian-pakaian yang super ketat seperti hanya mengenakan tengtop dan hotpants di tempat terbuka untuk menarik perhatian orang lain.

2.     Doyan keluar malam hanya untuk jalan-jalan ngga jelas dan ngelakuin hal yang tidak berguna seperti nongkrong dipinggir jalan, dibawah jembatan, bahkan di fly over.

3.     Naik motor boncengan lebih dari 2 orang. Sering kita melihat penampakan cabe-cabean seperti ini. Biasanya mereka mulai berkeliaran pada sore hari. Dan Membawa motor kebut-kebutan.

4.     Ngerokok, mabuk-mabukan, bahkan melakukan seks bebas. Entah siapa yang harus disalahkan. Lingkungan? orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya?  Atau bahkan orang tua yang tidak bisa mendidik dirinya sendiri? Sehingga putrinya terbengkalai dan merasa tidak diperdulikan.

Sekian artikel saya mengenai pemuda dan fenomena cabe-cabean yang sedang menjadi trending topic saat ini. Mari bersama-sama kita bangun generasi kita agar memiliki perilaku, budi pekerti, dan akal yang baik. Sedini mungkin kita harus memberikan pengarahan terhadap mereka.

Referensi :



Minggu, 19 Oktober 2014

PENGERTIAN INDIVIDU DAN KELUARGA SERTA FUNGSI KELUARGA

Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat

Pengertian Keluarga 

Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. 
Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa.

Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.

Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
1.  
     Fungsi biologis
Untuk meneruskan keturunan.
Memelihara dan membesarkan anak.
Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Memelihara dan merawat anggota keluarga.

2.   Fungsi Psikologis
Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Memberikan Identitas anggota keluarga.

3.   Fungsi Sosialisasi
Membina sosialisasi pada anak. 
Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4.   
      Fungsi Ekonomi
Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
5.   
      Fungsi Pendidikan
a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.

b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.

c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga, sebagai berikut :

Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.
6.   
      Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.   
      Fungsi Rekreatif 
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8.   
      Fungsi Biologis 
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

Menurut saya pribadi :
Individu merupakan seseorang yang dapat melakukan segala sesuatunya dengan sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Atau memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Keluarga merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki keterikatan satu sama lain dan memiliki hubungan darah yang bersatu untuk mencapai tujuan bersama.

Referensi :


Jumat, 10 Oktober 2014

PENGERTIAN PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN SERTA MASALAH DAN SOLUSINYA

PERNGERTIAN PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN, MASALAH SERTA SOLUSI

     Syarat-syarat mutlak atau unsur pembentukan suatu Negara adalah harus terdiri dari rakyat, wilayah, pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Rakyat termasuk syarat terbentuknya suatu negara yang bersifat konstututif atau mutlak. 

Rakyat suatu negara meliputi penduduk dan bukan penduduk (orang asing). Bukan penduduk adalah orang yang ada di wilayah suatu negara tetapi tidak bermaksud untuk menetap dan tinggal di negara yang bersangkutan. Sedangkan pengertian penduduk akan dijelaskan di bawah ini. 

Pengertian Penduduk
Penduduk merupakan orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. 
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah 
bisa didefinisikan menjadi dua:

•Orang yang tinggal di daerah tersebut
•Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi penduduk dari para ahli:

# JONNY PURBA
Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu

 # SRIJANTI & A. RAHMAN
Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut

 # AHMAD YANI & MAMAT RAHMAT
Penduduk merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu wilayah atau negara

 # WALUYO, SUWARDI, AGUNG FERYANTO, TRI HARHANTO
Penduduk merupakan potensi, tetapi sekaligus beban bagi suatu daerah.

 # P.N.H SIMANJUNTAK
Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara

 # Dr. KARTOMO
Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara

# AA NURDIMAN
Penduduk adalah mereka yang menetap dan berdomisili dalam suatu negara

# SRI MURTONO, HASSAN SURYONO, MARTIYONO
Penduduk adalah setiap orang yang berdomisili atau bertempat tinggal di dalam wilayah suatu negara dalam waktu yang cukup lama

# TIM MATRIX MEDIA LITERATA
Penduduk adalah sekumpulan orang yang hidup dalam suatu wilayah geografis

Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. Dalam definisi ini, kebudayaan dilhat sebagai "mekanisme kontrol" bagi kelakuan dan tindakan-tindakan manusia (Geertz, 1973a), atau sebagai "pola-pola bagi kelakuan manusia" (Keesing & Keesing, 1971). Dengan demikian kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi, yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972).

Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini akan kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia serta menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan yang buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena kebudayaan itu diselimuti oleh nilai-nilai moral, yang sumber dari nilai-nilai moral tersebut adalah pada pandangan hidup dan pada etos atau sistem etika yang dipunyai oleh setiap manusia (Geertz, 1973b).

Kebudayaan yang telah menjadi sistem pengetahuannya, secara terus menerus dan setiap saat bila ada rangsangan, digunakan untuk dapat memahami dan menginterpretasi berbagai gejala, peristiwa, dan benda-benda yang ada dalam lingkungannya sehingga kebudayaan yang dipunyainya itu juga dipunyai oleh para warga masyarakat di mana dia hidup. Karena, dalam kehidupan sosialnya dan dalam kehidupan sosial warga masyarakat tersebut, selalu mewujudkan berbagai kelakuan dan hasil kelakuan yang harus saling mereka pahami agar keteraturan sosial dan kelangsungan hidup mereka sebagai makhluk sosial dapat tetap mereka pertahankan.
Itulah pengertian dari penduduk dan kebudayaan.

Sekarang, mari kita berbicara masalah yang sering terjadi pada penduduk dan kebudayaan serta cara mengatasinya.

Penduduk adalah sekumpulan manusia yang mendiami suatu wilayah. Di Indonesia banyak sekali permasalahan dalam pemetaan penduduk salah satunya adalah.

Kepadatan Penduduk

Dapat kita lihat di kota-kota besar seperti Jakarta. setiap bulanya peningkatan dikota jakarta terus terjadi yang menyebabkan kota jakarta penuh dan sesak. Akibatnya sangat besar dari kepadatan penduduk. Seperti banjir dan kebakaran yang sering menimpa Jakarta setiap tahunnya dikarenakan kepadatan jumlah penduduk di kota tersebut. Sebenarnya tidak hanya di Jakarta kepadatan penduduk ini terjadi. Di kota-kota besar yang lain juga mengalami kejadian yang sama.

Cara mengatasinya adalah dengan cara mengendalikan jumlah Penduduk.

Untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk ini pemerintah menganjurkan kepada warganya untuk mengikuti KB. Yakni keluarga Berencana, Tapi tetap saja anjuran ini tidak sepenuhnya didengarkan oleh rakyat karena berbagai macam hal. Kita ambil satu contoh di negara Cina. Pemerintahnya melarang rakyaknya mempunyai keturunan lebih dari satu. Maksudnya jika ada satu keluarga yang memiliki anak lebih dari satu, maka anak terakhirnya harus dibunuh atau di gugurkan (menurut sumber yang saya dengar dan baca).Tentu pemerintah Indonesia tidak akan menyuruh kita seperti itu dengan alasan yang sudah jelas yaitu dilarang agama, solusinya dalah dengan cara ber KB.

Di Indonesia banyak sekali jenis ragam kebudayaan seperti Tarian,Musik,dll. Ada satu budaya atau kesenian klasik Indonesia yang sudah diakui dunia yaitu BATIK. betapa bangganya kita saat tahu bahwa batik sudah diakui di dunia kalau itu milik Indonesia. Tidak hanya batik, masih banyak sekali kebudayaan Indonesia yang sudah di akui dunia. Seperti makanan Rendang, tarian reog dan sebagainya.

Namun seiring berkembangnya jaman dan teknologi banyak kebudayaan Indonesia yang sudah pudar dan mulai ditinggal oleh generasi, terumana anak muda. Hanya karena takut dicap Norak. Kulturnya pun sudah rusak oleh pengaruh dari kebudayaan luar atau asing. Budaya asing yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
Contohnya saja banyak anak muda zaman sekarang lebih suka menari modern dari pada tradisional. Padahal jika kita lihat tarian tradisional jauh lebih menarik dan memberikan banyak nilai positif untuk kita.

Cara mengatasinya adalah harus adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar generasi bangsa ini tidak semakin parah dirusak oleh budaya barat. Seperti, pemerintah melakukan sosialisasi dari sekolah ke sekolah atau dari kampus ke kampus tentang bagaimana dampak negative dan positif dari pengaruh budaya asing. Peran masyarakat atau orang tua juga cukup vital. Karena di Indonesia sudah banyak anak di bawah umur melakukan hal negative. Seperti merokok bahkan melakukan seks bebas karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

Dan masih banyak lagi masalah-masalah budaya di Indonesia yang harus segera di selesaikan oleh pemerintah. Agar budaya kita tidak tenggelam dan tidak diklaim oleh Negara-negara tetangga.

Referensi :



Sabtu, 04 Oktober 2014

Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Sistem Informasi

HUBUGAN ILMU SOSIAL DASAR DENGAN SISTEM INFORMASI


      Sebelum berbicara hubungan antara ilmu sosial dasar dengan sistem informasi sebaiknya kita paham terlebih dahulu apa itu ilmu social dasar dan untuk tujuan apa ilmu social dasar itu serta apa itu sistem informasi.

Apa itu ilmu sosial dasar?
Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kehidupan sosial dan budaya. Didalamnya disajikan topik-topik yang berhubungan dengan keadaan sekitar kita termasuk masyarakat dan lingkungan. Ilmu sosial dasar juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan umum kepada masyarakat tentang konsep kehidupan bermasyarakat yang berguna untuk meningkatkan rasa sosial yang tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah didalam masyarakat serta diharapkan dapat memberikan dampak yang baik untuk lingkungan.

Masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat sebagian besar di sebabkan oleh perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Sekarang mari kita berbicara apa itu sistem informasi dan apa tujuan sistem informasi itu.

Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Atau dengan kata lain, system informasi adalah sekumpulan komponen dari informasi yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Komponen yang dimaksud adalah komponen berupa input, model, output, teknologi, basis data (data base), kontrol atau komponen pengendali.

Bisa dikatakan sistem informasi itu mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan teknologi. Di era yang modern saat ini kita tidak bisa terlepas dari teknologi terutama internet, bahkan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di sebagian besar masyarakat.

Dampak positif dari penggunaan internet antara lain:
1.     Penyebaran Informasi lebih cepat, luas dan mudah
2.      Memajukan kualitas dan kuantitas dalam dunia pendidikan
3.     Memudahkan Birokrasi dalam pemerintahan
4.     Memajukan dunia bisnis
5.     Mendukung kehidupan sosial dalam masyarakat

Walaupun begitu banyak dampak positif yang didapatkan dari internet, ada pula dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain :
1.     Pelanggaran Hak Cipta
2.      Kasus Pornografi
3.     Kecanduan Internet
4.     Kurang Bersosialisasi Terhadap Masayarakat Sekitar

 Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa hubungan ilmu sosial dasar dengan sistem informasi sangat erat kaitannya. Sistem informasi dengan segala aspeknya dapat membantu kehidupan sosial didalam bermasyarakat. Dengan cara yang positif tentunya. Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat, kita dapat menunjukkan rasa sosial yang tinggi, dapat memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, serta dapat menjadi panutan untuk rekan-rekan atau masyarakat yang lain. Sehingga dapat terwujud masyarakat yang memiliki perilaku, budi pekerti dan akhlak yang baik didalam bersosialisasi.

Referensi:
dan opini saya sendiri.