Nama saya Suparta Wijaya,
saya lahir di kota Bekasi, 27 November 1995. Ayah saya bernama Sarifudin dan
Ibu saya bernama Sadiah. Saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya
bernama Aji Aulia Fikri, umurnya telah menginjak 15 tahun dan sekarang sudah kelas
3 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Oke mari kita mulai cerita perjalanan hidup
saya dari saya lahir hingga sekarang. Saya lahir dari keluarga yang bisa
dibilang kekurangan atau tidak mampu, saya ingat pada saat umur saya 5 tahun
ayah saya merupakan seorang pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Dia mencari nafkah hanya mengandalkan panggilan orang untuk bekerja, seperti
kuli pasir, kenek angkot di terminal, menjual pakaian wanita menjual es mambo
keliling dan sebagainya.
Pada saat itu keluarga kami sangat kekurangan
bahkan untuk membeli agar-agar yang harganya hanya 500 perak pun orang tua saya
tidak punya uang dan saya hanya bisa menangis sambil melihat teman sebaya saya
menikmati agar-agarnya haha. lalu ayah saya ingat ada uang 500 rupiah pernah
jatuh ke kolong tempat tidur dan dicarilah uang tersebut hingga akhirnya ketemu
dan saya bisa membeli agar-agar seperti teman saya yang lainnya.
Cobaan tidak berhenti sampai
disitu, pada saat umur saya mau menginjak angka 6, ayah saya terserang penyakit
usus buntu. Kami sekeluarga sangat sedih dan saya hanya bisa menangis. Bahkan saya
selalu dinasihati oleh nenek saya kalau saya harus ikhlas jika nanti terjadi
hal yang tidak diinginkan. Karena kami tidak punya uang untuk biaya rumah sakit
dan biaya operasi. Beruntung ada saudara kami yang sangat baik dan mau
meminjamkan uangnya untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi ayah saya.
Saya dan keluarga sangat
cemas ketika ayah saya sedang dioperasi dan lagi-lagi saya hanya bisa menangis
hingga tertidur, karena memang waktu itu sudah hamper tengah malam. Setelah bangun
saya dikabari kalau operasi ayah saya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah betapa
senangnya saya mendengar kabar ini.
Ini hanyalah salah satu
cerita yang cukup menyedihkan yang pernah terjadi dihidup saya dan masih
terkenang sampai sekarang hehe. Dan pada saat umur saya 6 tahun saya memulai
pendidikan di jenjang Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah, sekolah
swasta Islam dengan fasilitas yang cukup sederhana. Di madarasah sinilah saya
menimba ilmu agama selama 6 tahun, disini saya sangat difokuskan untuk belajar
mengenai ilmu agama islam, dimulai dari menghapal ayat-ayat al-qur’an,
surat-surat pendek, hadits-hadits, ilmu fiqih dan sejarah-sejarah panjang
mengenai perjalanan penyebaran agama islam. Alhamdulillah prestasi saya
disekolah ini cukup baik. Saya selalu masuk peringkat 10 besar dan prestasi
terbaik saya adalah pernah mendapatkan peringkat 3 dikelas hehe. walaupun
prestasinya tidak bagus-bagus banget tapi di sinilah saya mempelajari banyak
hal yang tak lama ini saya mulai merasakan manfaatnya. dan saya lulus SD pada tahun ajaran
2007/2008. saya bisa sekolah karena dibiayai oleh nenek saya yang merupakan
seorang pedagang kue dipinggir jalan.
Oiya waktu SD saya senang
sekali bermain layang-layang, bahkan kalau lagi libur sekolah saya bisa bermain
layang-layang dari pas bangun tidur sampai matahari mau terbenam haha untuk
bermain layang-layangpun saya tidak membelinya karena harganya cukup mahal
kalau buat saya. Saya bisa bermain layang-layang itupun karena saya suka
mengejar layang-layang yang putus dengan teman-teman saya yang lain juga hehe jadi
kami saling berebutan.
Selain bermain layang-layang
saya juga senang sekali bermain kelereng ataupun gambaran karena menurut saya
permainan tersebut sangat menyenangkan pada zamannya. Tetapi makin kesini zaman
makin lebih modern dan saya jarang sekali bahkan hampir tidak pernah melihat
anak-anak kecil bermain seperti yang saya lakukan waktu kecil dulu. Anak kecil
sekarang justru lebih sering menundukkan kepala. Bukan, mereka bukan sedang
mengheningkan cipta untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur,
melainkan mereka justru lebih fokus pada smartphonenya. Entah apa yang mereka
lakukan atau kerjakan dengan smartphonenya tersebut. dizaman saya hanya
orang-orang tertentu yang bisa punya HP. Kalau sekarang jangan ditanya, anak SD
pun sudah sangat mahir menggunakan smartphone, sedangkan waktu saya SD saya
hanya bisa melihat teman-teman saya bermain gimbot yang disewa dari abang-abang
seharga 500 rupiah perjam dan itupun hanya anak-anak yang punya duit lebih yang
bisa menyewanya hahaha. Entahlah mungkin kita memang harus mengikuti
perkembangan yang berubah 360 derajat dalam waktu yang sangat singkat yang terjadi
sekarang ini. Betapa beruntungnya saya dilahirkan pada era emas tahun 90an dan
kini saya rindu sekali hehe
Saat SD saya tidak pernah
diberikan uang jajan sepeserpun karena sudah diberi bekal kue oleh nenek saya
dan untuk menuju sekolah saya berjalan kaki bersama teman-teman saya yang lain.
karena memang jaraknya cukup dekat, sekitar 2 kilo meter dan jalan menuju ke
sekolah sayapun cukup nyaman karena saya tinggal diperkampungan yang sepanjang
jalan masih banyak pohon rindang dan rumah warga, jadi tidak panas, ditambah
sepanjang jalan saya bercanda dan bergurau dengan teman-teman saya yang lain
sehingga perjalananpun tidak terasa tiba-tiba sudah sampai disekolah saja.
Sesampainya disekolah kami
langsung masuk kelas dan belajar, jika jam istirahat berbunyi kami serempak
keluar menuju lapangan untuk bermain bersama-sama.
Lalu pada saat saya kelas 4
SD saya pindah rumah dengan alasan ibu saya ingin dekat dengan orang tuanya.
Dan pada saat itu ayah saya sudah bekerja di dinas perhubungan (Dishub),
berhubung 2 tahun lagi saya masih harus menyelesaikan Sekolah Dasar akhirnya
saya dibelikan sebuah sepeda oleh ayah saya dan merupakan hadiah pertama yang
bisa dia berikan buat saya hehe saya pun ke sekolah naik sepeda yang jaraknya
sekarang jadi lumayan jauh. Dan pada saat saya kelas 5 SD ibu saya tengah
mengandung anak kedua nya yaitu adik saya dan ketika saya kelas 6 SD adik saya
telah lahir.
Setelah saya lulus Sekolah
Dasar saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah
Menengah Pertama. Saya dapat sekolah di SMP Negeri 11 Bekasi.
Baru 1 tahun menjalani
sekolah di masa SMP kami langsung diungsikan ke sekolahan lain karena sekolah
kami akan di renovasi, kami diungsikan selama 1 tahun di SDN 05 duren jaya
Bekasi Timur dan baru bisa melanjutkan kelas 3 SMP di gedung yang baru atau
diSMP kami yang sebenarnya yang masih bagus, maklum abis direnovasi hehe. Di
SMP sinilah saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, seiring waktu berlalu
selama 3 tahun saya menyelesaikan pendidikan dan lulus pada tahun ajaran
2010/2011.
Dari masa SMP lah saya sudah
mulai mengenal dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana
yang harus diikuti dan mana yang harus ditinggalkan. Dan saya baru sadar dimasa
inilah jiwa saya masih sangat labil dan masih gampang terpengaruh oleh
lingkungan luar. Baik yang buruk maupun yang baik. Dan Alhamdulillah saya bisa menjaga
diri saya dari yang buruk-buruk hehe contohnya adalah tawuran.
Pada saat saya SMP tawuran
itu seperti kegiatan wajib siswa setelah selesai belajar. karena pada masa itu
tawuran sangat trend sekali. Mungkin karena sifat yang masih labil pada
umur-umur segitu dan sedang ingin-inginnya terlihat keren atau ingin dipandang
hehe bahkan tawuran itu sendiripun ada jadwalnya. Seingat saya nih ya kalau
saya tidak lupa kegiatan tawuran itu dilakukan pada hari selasa dan hari kamis
(kaya puasa sunah ya) setelah pulang sekolah. Dan kegiatannya dilakukan direl kereta.
Entah apa tujuan mereka
tawuran sayapun masih bingung sampai sekarang. Mungkin mereka ingin lebih dekat
kepada tuhan:D
Dimulai dari sini pula nasib
keluarga saya mulai membaik. Alhamdulillah Ayah saya diterima masuk Tes CPNS. Iya
ayah saya resmi diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan di Pemda
Kabupaten Bekasi. Saya sangat senang dan bangga sekali dengan ayah saya. Bagaimana
tidak seorang yang dulunya hanya berjualan es mambo keliling, jadi kuli pasir,
dan penjual pakaian wanita keliling sekarang bisa menggunakan seragam Pegawai
Negeri:’) I’m proud of you dad!
Dari ayah saya, saya bisa
belajar bahwa kerja keras memang tidak akan pernah mengkhianati. Dan disetiap
segala cobaan pasti ada kebahagiaan yang sudah menanti. Seperti tersesat
didalam goa, suatu saat pasti kita akan menemukan cahaya jika kita tidak pernah
menyerah dan selalu mencari jalan untuk keluar. Ingat pepatah ini:”Pelaut ulung
tidak terlahir dari ombak yang tenang!”.
Lalu saya melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu Sekolah Menengah Kejuruan,
tepatnya saya bersekolah di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, jurusan RPL
(Rekayasa Perangkat Lunak) Ya bisa dibilang inilah sekolah saya yang “lumayan”
:D mungkin karena memang pas ada rezekinya jadi saya bisa masuk salah satu
sekolah favorite di daerah Kabupaten Bekasi ini. Saya pergi ke sekolah
menggunakan sepeda motor. Di sekolah ini peraturannya sangat ketat bahkan
banyak peraturan yang sangat bikin jengkel. Contohnya adalah bagi mahasiswa
laki-laki rambut maksimal panjangnya harus 2 centi. Iya 2 centi! Lebih dari itu
langsung dicukur gratis secara asal-asalan sama para guru terus misal kita
telat datang kita akan disuruh dorong motor keliling lapangan sebanyak 10 kali.
Mugkin Karena alasan ini banyak sekali teman saya hanya masuk pas awal-awal
sekolah saja. Selebihnya mereka tidak pernah lagi menampakan batang hidungnya
alias tidak ada kabar lagi dan sudah pindah ke sekolah lain atau melanjutkan
pendidikan di sekolah lain karena tidak tahan dengan peraturan yang super ketat
di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi ini.
walaupun begitu saya sangat
bangga dengan sekolah saya. Disini saya belajar semua yang ada seperti belajar
bahasa Arab dan Bahasa Inggris, bahkan kedua bahas tersebut diwajibkan untuk
diaplikasikan dalam kegiatan atau kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, masih banyak
sekali kenangan di SMK yang sangat sulit untuk dilupakan. Dimulai dari kenalan
dengan teman hingga kenalan dengan gebetan hahaha Memang benar masa-masa
terindah itu masa-masa saat di SMA, ya.
Setalah lulus SMK saya
melanjutkan studi disalah satu World Class University yang ada di bekasi, yaitu
Universitas Gunadarma Kali Malang hingga sekarang. Saya mengambil jurusan
Sistem Informasi jenjang S1 kelas malam. Dan sudah menjalankan perkuliahan selama
2 semester dengan IPK 3.50:D sekarang umur saya sudah 19 tahun dan sudah
memasuki kuliah disemester 3. Sekian autobiografi dari saya. Oiya saya belum
memperkenalkan diri lebih jauh. Baikalah saya akan berkenalan.
mari kenalan!! *salaman*
Nama : Suparta Wijaya
TTL : Planet Bekasi 27 November 1995
Jabatan Sosial : Tuna Asmara
Zodiak : Sagitarius
Hobby : Ngupil sambil jogging
Target hidup : Macarin Wulan Guritno
Sejarah pendidikan : SD-SMP-SMK-Mahasiswa di
Univeritas Gunadarma jurusan Sistem Informasi
Kriteria
cewek idaman :
Fisik : Yang penting kalo pipis gak berdiri, kulit
kuning jigong, rambut panjang dan lurus, dan belom menopause.
Sifat : Sabar, dewasa, ga manja, ga terlalu cerewet,
ga boros, rajin mandi, keibuan (pandai menyusui)
Sekian…