Sabtu, 24 Oktober 2015

Dampak Perekonomian Global Pada Perekonomian Lokal

Sebagai kementerian nonteknis yg bertugas membantu Presiden dalam menyelaraskan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan&pengendalian. urusan kementerian dlm penyelenggaraan pemerintahan di bid.perekonomian Kemenko Perekonomian menghadapi tantangan yg tidak ringan, sejak Presiden Jokowi&Wapres JK dilantik pada 20 Oktober 2014. Tantangan terutama datang sebagai dampak dari lesunya perekonomian global. Ini bisa dilihat dr perkembangan ekonomi global hingga semester I 2015 yg masih memperlihatkan kecenderungan pertumbuhan yg bias ke bawah, dari perkiraan semula dan pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian. Kecenderungan bias ke bawah tersebut disebabkan oleh perkiraan ekonomi AS yg tdk setinggi perkiraan semula&ekonomi Tiongkok yg masih melambat. Di pasar keuangan global, ketidakpastian kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS, gejolak di Uni Eropa, serta anjloknya harga saham di Tiongkok menunjukkan risiko di pasar keuangan global masih tinggi.

Sebagai dampak perkembangan ekonomi global tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan II 2015 masih melambat, yakni sebesar 4,67% (yoy), menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,72% (yoy). Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2015 yg masih melambat akibat melemahnya pertumbuhan investasi,konsumsi pemerintah&konsumsi rumah tangga. Dari sisi eksternal, ekspor tumbuh terbatas seiring dengan pemulihan ekonomi global yang belum kuat dan harga komoditas yang masih menurun, di sisi lain, pertumbuhan impor terkontraksi lebih dalam sejalan dengan lemahnya permintaan domestic. Perkembangan Neraca Perdagangan Indonesia pada semester I 2015 mencatat surplus, terutama ditopang oleh surplus neraca nonmigas, surplus neraca perdagangan tersebut mendorong perbaikan defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2015 yang lebih baik, dari prakiraan sebelumnya yaitu 2,5% dari PDB, dan lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9% dari PDB, Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi, terutama dipengaruhi faktor eksternal. Juli 2015,rupiah melemah ke level Rp 13.311 per dolar AS, dari sebelumnya di kisaran Rp 12.025 pada hari pertama pemerintahan Jokowi-JK, Angka ini bahkan terus merosot hingga hampir mencapai Rp 14.800 pada bulan September 2015.

Kondisi ekonomi global&kerja keras pemerintahan Jokowi-JK berhasil memperkokoh nilai rupiah di kisaran Rp 13.500 pd pertengahan Okt 2015, Sejalan dengan pergerakan rupiah, perkembangan harga saham juga mengalami tekanan, Pada awal November 2014 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sebesar Rp 5.085,51 merosot mnjd Rp 4.120,5 di akhir September 2015. Tapi rangkaian Paket Kebijakan Ekonomi pemerintah yg diterbitkan sejak 09/09/2015 telah membawa persepsi positif kpd investor pasar modal, Sehingga IHSG naik kembali menjadi Rp 4.591,91 pada 19 Oktober 2015. Dengan pengendalian inflasi yg ketat hingga di tingkat Pemerintah Daerah, maka inflasi diperkirakan di kisaran 4% pada akhir tahun 2015. Penurunan inflasi sebagian disebabkan melemahnya daya beli masyarakat akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pertambangan dan perkebunan.
Perekonomian diperkirakan mulai meningkat pada triwulan III dan berlanjut pada triwulan IV 2015. Konsumsi jg diperkirakan membaik, seiring dg ekspektasi pendapatan yg meningkat & penyelenggaraan Pilkada serentak pada triwulan IV 2015. Terhadap dinamika ekonomi (politik) global yg terjadi,kapasitas kita memang terbatas. Jd yang bisa dilakukan: melakukan pembenahan dari dalam. Ibarat mesin mobil,sudah waktunya kita melakukan overhaul: mengganti&membuang spare parts lama yg aus,rusak,yang performanaya tak bagus lagi, dan menggantinya dengan komponen baru yang segar dan sesuai kebutuhan serta pelumas yang berkualitas, agar mesin bisa bergerak lebih cepat dan lincah, bahkan ketika berada pada medan yang sulit.


Sabtu, 17 Oktober 2015

PEREKONOMIAN GLOBAL

PEREKONOMIAN GLOBAL

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan hasil kajian Laporan Monitoring Global 2015/2016 yang menyebutkan bahwa kaum migran berskala besar yang ditemukan di berbagai tempat di dunia bakal mempengaruhi perekonomian global.

"Dengan perangkat kebijakan yang tepat, era perubahan demografi ini dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim/
Menurut Jim Yong Kim, negara-negara dengan tingkat populasi yang menua (aging population) dapat memanfaatkan para pengungsi dan migran untuk berpartisipasi dalam ekonomi mereka.
Hal tersebut, lanjutnya, dinilai bakal bermanfaat bagi semua pihak karena berbagai bukti menyebutkan kaum migran bakal bekerja keras dan berkontribusi lebih banyak kepada pajak daripada beban biaya yang mereka dapatkan dari layanan sosial.

Laporan Bank Dunia-IMF menyatakan bahwa migrasi dari negara miskin ke negara dunia bakal menjadi hal permanen dalam beberapa dekade mendatang.
Laporan tersebut mengemukanan lebih dari 90 persen kemiskinan global terkonsentrasi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan populasi yang didominasi kaum muda dan
kelompok usia produktifnya berkembang dengan pesat.

Sedangkan pada saat yang bersamaan, lebih dari tiga per empat pertumbuhan ekonomi global dihasilkan di negara-negara berpenghasilan tinggi dengan tingkat kesuburan yang rendah, serta melonjaknya angka manula.
Di Indonesia posisi cadangan devisa akhir Juli masih US$107,6 miliar, tapi akhir September turun menjadi US$101,7 miliar (Suara Merdeka, 8 Oktober 2015). Kalau turun, lalu uang sebesar kurang lebih Rp 90 triliun itu dipergunakan untuk apa saja? Jika untuk intervensi pasar, berarti penguatan Rupiah yang terjadi saat ini bersifat semu. Intervensi pasar agar fluktuasi liar nilai US$ dapat diredam, secara analog dapat dimaknai sama halnya mengundang pawang hujan demi menciptakan suatu kondisi alam yang tidak natural, yang mana seharusnya sudah memasuki musim hujan dibuat agar tetap musim kemarau, karena ada yang sedang punya hajatan. *mengheningkan cipta dimulai.*

Sekedar info aja nih kalo saat ini nilai mata uang kita Rp 13,574.30 per US Dollar.

Jumat, 09 Oktober 2015

Perkembangan Teknologi di Indonesia

Berikut ini saya akan mencurahkan opini saya mengenai masalah perkembangan teknologi yang terjadi dinegeri kita yang tercinta ini yaitu Negara Republik Indonesia. Pada zaman yang sudah makin modern ini dan semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia saat ini banyak sekali kendala yang dialami oleh kalangan anak-anak muda, atau remaja. Kendala apakah itu? Ya, bersosialisasi. Makin modernnya dunia teknologi dengan berbagai macam keluaran produk-produk teknologi khususnya gadget pada masa kini anak-anak sudah jarang sekali bahkan tidak sama sekali terlihat bermain bersama teman sebayanya di luar rumah atau di taman. Mereka lebih sering menundukkan kepala melihat kearah layar gadget dibanding bertatap muka dan berbincang langsung dengan teman sebayanya dilingkungannya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pesatnya kemajuan teknologi ini tapi kurangnya arahan dan sosialisasi dari orang tua terhadap anak mengakibatkan banyaknya anak-anak remaja bahkan gadis-gadis remaja yang menyalahgunakan perkembangan teknologi ini. contohnya mereka bisa tahan berjam-jam di depan layar monitor atau layar handphone hanya untuk sekedar berselancar di dunia maya tersebut. Peran orang tua harusnya sangat penting untuk mengontrol anak-anaknya dalam bermultitasking dengan gadget mereka. Karena banyak sekali dampak negative yang bisa di akibatkan oleh teknologi khususnya di bidang smartphone dan sosial media. banyak sekali anak-anak remaja yang menyalahgunakannya. Contoh kasus belakangan ini adalah remaja yang di culik oleh orang yang tidak di kenal setelah berkenalan di facebook. Ini di karenakan factor emosional anak-anak remaja yang masih labil dan masih sangat gampang untuk di pengaruhi oleh orang lain. Karena menurut riset anak-anak remaja umur antara 13 sampai dengan 16 tahun itu masih sangat labil dan masih sangat gampang terbawa oleh lingkungan. Apalagi jika lingkungan tersebut tidak baik untuk anak-anak remaja. Seperti lingkungan yang banyak orang mabuk-mabukan, berjudi, perbuatan yang tidak baik dan lain sebagainya. Seperti saya bilang tadi. Peran orang tua disini sangat vital untuk membimbing anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan yang dapat merenggut masa depannya, serta merugikan bagi lingkungan. Kalau sudah begini siapa yang malu? Ya, orang tua lah yang malu. Mulai sekarang jaga anak-anak kita, jaga orang-orang yang kita cintai agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kalau bisa pantau terus kegiatan mereka dalam kehidupan sehari-hari baik di dunia nyata maupun di dunia maya atau media sosial elektronik.  Lihat pula bagaimana perkembangan anak-anak yang sedang dalam fase perkembangan menuju remaja. Karena di fase inilah hal-hal yang tidak diinginkan rawan terjadi dan kemungkinannya akan sangat besar jika kita tidak memperhatikan mereka. Namun tidak sepenuhnya teknologi berbahaya bagi manusia. Karena tujuan awal tekhnologi diciptakan itu untuk mempermudah pekerjaan bagi yang bisa memanfaatkannya. Berikut akan saya beri tahu manfaat-manfaat dari perkembangan tekhnologi : Kebutuhan manusia, pencapaian kemakmuran, sumber daya manusia, peningkatan kesehatan, komunikasi dan transportasi, bidang pendidikan, dan pemberdayaan sumber daya alam. Itulah beberapa manfaat dari perkembangan  tekhnologi jika kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin dan tidak menyalahgunakannya. Baik  mulai dari sekarang sebaiknya berilah porsi yang tepat buat anak-anak sesuai dengan usia mereka.  Contohnya adalah dengan menanamkan kesukaan membaca dan membelikan anak-anak sebuah buku yang lebih banyak manfaatnya daripada membelikan mereka gadget mewah yang dapat mengancam masa depan mereka. Menanamkan kesukaan akan buku bagi anak-anak, mungkin termasuk investasi paling baik yang bisa kita tanamkan sejak dini kepada anak-anak. Karena kesukaan membaca dan kesukaan akan buku akan menjadikan mereka menyukai ilmu, haus akan ilmu. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Sedihnya, orang tua masa kini atau yang biasa disebut dengan “orang tua metropolitan” justru seringkali menanamkan investasi yang salah pada anak-anaknya, yaitu dengan memberikan televise dan gadget atau bahkan video game. Namun tidak salah juga jika penggunaannya tidak berlebihan dan sampai malas untuk belajar yang justru memadamkan kreativitas pada anak dan akhirnya menjadi tidak terbiasa mencari ilmu dan tidak haus akan ilmu. Buku dan gadget atau televisi bukan komplementer, melainkan subtitusi. Anak yang menyukai tontonan masa kini akan malas membaca apalagi akhir-akhir ini banyak tontonan yang tidak mendidik untuk anak-anak. Dan sebaliknya bila anak hobi membaca mereka akan mengurangi aktivitas menonton dan bermain gadget. Bukan tidak boleh menggunakan visual sebagai alat bantu ajar, hanya saja seperti yang sudah saya jelaskan, tayangan di televise pada masa sekarang jauh lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, apalagi bagi anak-anak yang selalu meniru segala-galanya. Matikan televise, hidupkan rumah anda dengan buku!!. Sekian opini dari saya mengenai perkembangan tekhnologi di Indonesia.

Kamis, 01 Oktober 2015

BUDAYA BARAT YANG MENGAKAR DI TIMUR

BUDAYA TIMUR YANG TERKIKIS OLEH BUDAYA BARAT

PEMUDA DAN FENOMENA CABE-CABEAN

Awalnya istilah cabe-cabean itu diperuntukan bagi remaja yang masih berusia belasan tahun yang eksis di dunia perbalapan liar. Khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, bandung dan lain-lain, tidak jarang kita melihat gadis-gadis muda nan elok berkeliaran pada malam hari dikota-kota tersebut. Entah untuk menjajakan dirinya atau hanya sekedar ikut-ikutan trend karena pada usia seperti itu fikiran mereka masih sangat labil dan sangat mudah untuk dipengaruhi oleh orang lain. Cabe-cabean memiliki makna yang sangat luas. Banyak yang berpendapat cabe-cabean diidentikkan dengan remaja dengan gaya pakaian tertentu dan tingkah laku remaja yang tidak pantas atau tidak baik, khususnya untuk anak-anak seusia mereka yang umumnya berkisaran SMA dan SMP bahkan SD.

Jika kita telusuri lebih jauh asal muasal sebenarnya kata cabe-cabean itu memiliki arti yang lainnya bahkan kata tersebut merupakan singkatan, tapi berhubung singkatan dari cabe-cabean tidak sopan maka saya tidak akan menuliskannya secara detail. Asal usul cabe-cabean itu sendiri dari balapan liar yang juara atau menang dalam perlombaan balapan tersebut mendapatkan  cabe, cabe-cabean maksudnya, nah itu yang namanya 
cabe-cabean.

Nah, yang tak kalah pentingnya untuk dibahas tentang fenomena cabe-cabean tersebut adalah faktor penyebab cabe-cabean merebak di kalangan anak muda atau ABG sekarang. Bahkan jika hal tersebut tetap dipopulerkan akan menimbulkan dampak negatif yang lebih banyak lagi, fenomena ini sudah berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada remaja bahkan murid-murid sekolah dasar, belum lagi bila dihubungkan dengan maraknya sekarang ini tindak asusila ataupun kekerasan seksual pada anak maupun remaja yang menurut Komisi Perlindungan Anak atau KPAI bahwa kejahatan seksual terhadap anak-anak sudah pada taraf “Bencana Nasional”. Inilah yang harus menjadi kewajiban kita ke depan. Ingat loh, bukan hanya siaga 1 tapi AWAS!

Banyak faktor yang menyebabkan fenomena cabe-cabean dan terong-terongan muncul. Mulai dari faktor keluarga, dalam hal ini adalah orang tua yang musti menggodok kembali kurikulum dalam keluarga tersebut agar berlandaskan nilai agama sebagai pondasi awal kemudian menyusul nilai-nilai lainnya seperti nilai sosial, moral dan budi pekerti. Jangan sampai orang tua kalah dengan anaknya. Lho? Lah kan anak sekarang sudah semakin pintar, bukan berarti orang tuanya sebaliknya loh, hanya saja terkadang banyak orang tua yang cenderung tidak mengikuti perkembangan dunia remaja saat ini, padahal amat penting untuk diketahui orang tua karena hal ini dapat membantu orang tua dalam memberikan penjelasan yang lebih rinci dalam memberikan nasihat pada si anak sesuai fakta kekinian hingga memberikan penjelasan yang mampu diterima dan dimengerti dengan baik, tidaklah mudah menasihati anak pada saat ini karena mereka cenderung merasa mereka lebih tahu, lebih paham dan merasa benar karena mereka yang menjalani sedangkan orang tua dianggap tidak tahu apa-apa. Akan tetapi bukan pula orang tua  bersikap otoriter, mengawasi gerak-gerik anak setiap detiknya, memaksakan kehendak tidak boleh begini atau tidak boleh begitu, hal tersebut malah akan membuat anak merasa tertekan, merasa diawasi, merasa tidak dipercaya hingga merasa tidak nyaman. Anak-anak saat ini banyak yang menuntut emansipasi anak-anak? Apa tuh? Itu loh wujud dari pembelaan mereka dalam menentukan kebebasan dalam bergaul maupun mengemukakan pendapat dan keinginan mereka, jika orang tua tidak dapat mengkomunikasikan dengan baik pada si anak mereka akan mencari orang lain yang dapat lebih mengerti dan menerima apa yang diinginkan mereka.

Kemudian  selanjutnya faktor media, saat ini media televisi dan internet (media sosial) khususnya, banyak mempertontonkan atau bahkan mencontohkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik seperti cara berpakaian atau pun cinta-cintaan yang masih belum pantas untuk dialami oleh anak-anak, bukankah kita juga sudah melihat bukti nyatanya bahwa pernah terjadi di mana sepasang ABG yang bertengkar sampai berbuntut hilangnya nyawa, walaupun mungkin ada faktor lain dari kejadian tersebut, tapi masa sih mereka tidak pernah atau bahkan tidak terpengaruh pada apa yang mereka tonton sebelumnya? Paling tidak saya yakin hal tersebut ikut andil. Kita harus cukup cerdas dalam menyaring acara-acara ataupun channel televisi di rumah, membagi jam yang aman untuk anak-anak khususnya menonton televisi merupakan salah satu langkah yang baik. Dalam pertelevisian Indonesia ada komisi penyiaran yang bertugas membatasi ataupun menyensor adegan-adegan yang tidak pantas dengan memberikan teguran bertahap atau menghentikan suatu program acara akan tetapi  rasanya tidak maksimal jika kita hanya mengandalkan itu saja, kita punya hak untuk menuntut atau menghentikan suatu acara atau program yang dianggap meresahkan secara langsung dengan memberikan teguran kepada pihak stasiun TV terkait ataupun dengan memanfaatkan jejaring sosial yang ada, mungkin akan sulit memang bila kita bergerak seorang diri, tapi dengan semakin berkembangnya media yang ada akan dapat membantu kita menggerakkan banyak orang dengan satu kepentingan yang sama.
Tentu bukan hanya media televisi saja yang harus di waspadai, media sosial sekarang ini bisa menjadi ancaman utama bila dalam penggunaannya tidak secara bijak. 

Orang tua wajib  memonitor aktivitas anaknya di jejaring sosial, jadi orang tua pun harus melek internet, rasanya tidak mungkin bila orang tua hanya mengawasi sepenuhnya kegiatan anaknya di depan komputer, hal tersebut tidak akan maksimal bila orang tua tidak ikut ambil bagian dalam aktivitas anaknya di dunia maya. Dan bagi  kita yang aktif dalam berbagai media seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya, harus memberikan contoh yang baik kepada followers maupun pertemanan di sosial media secara lebih bijak seperti dengan lebih banyak men-share- informasi-informasi bermanfaat, artikel mendidik ataupun status yang tidak mengandung unsur negatif, jangan segan-segan memblokir atau memberi pengaduan kepada Facebook terkait foto atau pun konten yang dianggap meresahkan.

Berikut akan saya berikan contoh atau ciri-ciri dari cabe-cabean

1.    Suka pamer aurat atau mengenakan pakaian-pakaian yang super ketat seperti hanya mengenakan tengtop dan hotpants di tempat terbuka untuk menarik perhatian orang lain.

2.     Doyan keluar malam hanya untuk jalan-jalan ngga jelas dan ngelakuin hal yang tidak berguna seperti nongkrong dipinggir jalan, dibawah jembatan, bahkan di fly over.

3.     Naik motor boncengan lebih dari 2 orang. Sering kita melihat penampakan cabe-cabean seperti ini. Biasanya mereka mulai berkeliaran pada sore hari. Dan Membawa motor kebut-kebutan.

4.     Ngerokok, mabuk-mabukan, bahkan melakukan seks bebas. Entah siapa yang harus disalahkan. Lingkungan? orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya?  Atau bahkan orang tua yang tidak bisa mendidik dirinya sendiri? Sehingga putrinya terbengkalai dan merasa tidak diperdulikan.

Sekian artikel saya mengenai pemuda dan fenomena cabe-cabean yang sedang menjadi trending topic saat ini. Mari bersama-sama kita bangun generasi kita agar memiliki perilaku, budi pekerti, dan akal yang baik. Sedini mungkin kita harus memberikan pengarahan terhadap mereka.

Referensi :


Autobigrafi Suparta Wijaya


Nama saya Suparta Wijaya, saya lahir di kota Bekasi, 27 November 1995. Ayah saya bernama Sarifudin dan Ibu saya bernama Sadiah. Saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya bernama Aji Aulia Fikri, umurnya telah menginjak 15 tahun dan sekarang sudah kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Oke mari kita mulai cerita perjalanan hidup saya dari saya lahir hingga sekarang. Saya lahir dari keluarga yang bisa dibilang kekurangan atau tidak mampu, saya ingat pada saat umur saya 5 tahun ayah saya merupakan seorang pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia mencari nafkah hanya mengandalkan panggilan orang untuk bekerja, seperti kuli pasir, kenek angkot di terminal, menjual pakaian wanita menjual es mambo keliling dan sebagainya.

 Pada saat itu keluarga kami sangat kekurangan bahkan untuk membeli agar-agar yang harganya hanya 500 perak pun orang tua saya tidak punya uang dan saya hanya bisa menangis sambil melihat teman sebaya saya menikmati agar-agarnya haha. lalu ayah saya ingat ada uang 500 rupiah pernah jatuh ke kolong tempat tidur dan dicarilah uang tersebut hingga akhirnya ketemu dan saya bisa membeli agar-agar seperti teman saya yang lainnya.

Cobaan tidak berhenti sampai disitu, pada saat umur saya mau menginjak angka 6, ayah saya terserang penyakit usus buntu. Kami sekeluarga sangat sedih dan saya hanya bisa menangis. Bahkan saya selalu dinasihati oleh nenek saya kalau saya harus ikhlas jika nanti terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena kami tidak punya uang untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi. Beruntung ada saudara kami yang sangat baik dan mau meminjamkan uangnya untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi ayah saya.

Saya dan keluarga sangat cemas ketika ayah saya sedang dioperasi dan lagi-lagi saya hanya bisa menangis hingga tertidur, karena memang waktu itu sudah hamper tengah malam. Setelah bangun saya dikabari kalau operasi ayah saya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah betapa senangnya saya mendengar kabar ini.

Ini hanyalah salah satu cerita yang cukup menyedihkan yang pernah terjadi dihidup saya dan masih terkenang sampai sekarang hehe. Dan pada saat umur saya 6 tahun saya memulai pendidikan di jenjang Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah, sekolah swasta Islam dengan fasilitas yang cukup sederhana. Di madarasah sinilah saya menimba ilmu agama selama 6 tahun, disini saya sangat difokuskan untuk belajar mengenai ilmu agama islam, dimulai dari menghapal ayat-ayat al-qur’an, surat-surat pendek, hadits-hadits, ilmu fiqih dan sejarah-sejarah panjang mengenai perjalanan penyebaran agama islam. Alhamdulillah prestasi saya disekolah ini cukup baik. Saya selalu masuk peringkat 10 besar dan prestasi terbaik saya adalah pernah mendapatkan peringkat 3 dikelas hehe. walaupun prestasinya tidak bagus-bagus banget tapi di sinilah saya mempelajari banyak hal yang tak lama ini saya mulai merasakan manfaatnya. dan saya lulus SD pada tahun ajaran 2007/2008. saya bisa sekolah karena dibiayai oleh nenek saya yang merupakan seorang pedagang kue dipinggir jalan.

Oiya waktu SD saya senang sekali bermain layang-layang, bahkan kalau lagi libur sekolah saya bisa bermain layang-layang dari pas bangun tidur sampai matahari mau terbenam haha untuk bermain layang-layangpun saya tidak membelinya karena harganya cukup mahal kalau buat saya. Saya bisa bermain layang-layang itupun karena saya suka mengejar layang-layang yang putus dengan teman-teman saya yang lain juga hehe jadi kami saling berebutan.

Selain bermain layang-layang saya juga senang sekali bermain kelereng ataupun gambaran karena menurut saya permainan tersebut sangat menyenangkan pada zamannya. Tetapi makin kesini zaman makin lebih modern dan saya jarang sekali bahkan hampir tidak pernah melihat anak-anak kecil bermain seperti yang saya lakukan waktu kecil dulu. Anak kecil sekarang justru lebih sering menundukkan kepala. Bukan, mereka bukan sedang mengheningkan cipta untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur, melainkan mereka justru lebih fokus pada smartphonenya. Entah apa yang mereka lakukan atau kerjakan dengan smartphonenya tersebut. dizaman saya hanya orang-orang tertentu yang bisa punya HP. Kalau sekarang jangan ditanya, anak SD pun sudah sangat mahir menggunakan smartphone, sedangkan waktu saya SD saya hanya bisa melihat teman-teman saya bermain gimbot yang disewa dari abang-abang seharga 500 rupiah perjam dan itupun hanya anak-anak yang punya duit lebih yang bisa menyewanya hahaha. Entahlah mungkin kita memang harus mengikuti perkembangan yang berubah 360 derajat dalam waktu yang sangat singkat yang terjadi sekarang ini. Betapa beruntungnya saya dilahirkan pada era emas tahun 90an dan kini saya rindu sekali hehe

Saat SD saya tidak pernah diberikan uang jajan sepeserpun karena sudah diberi bekal kue oleh nenek saya dan untuk menuju sekolah saya berjalan kaki bersama teman-teman saya yang lain. karena memang jaraknya cukup dekat, sekitar 2 kilo meter dan jalan menuju ke sekolah sayapun cukup nyaman karena saya tinggal diperkampungan yang sepanjang jalan masih banyak pohon rindang dan rumah warga, jadi tidak panas, ditambah sepanjang jalan saya bercanda dan bergurau dengan teman-teman saya yang lain sehingga perjalananpun tidak terasa tiba-tiba sudah sampai disekolah saja.

Sesampainya disekolah kami langsung masuk kelas dan belajar, jika jam istirahat berbunyi kami serempak keluar menuju lapangan untuk bermain bersama-sama.

Lalu pada saat saya kelas 4 SD saya pindah rumah dengan alasan ibu saya ingin dekat dengan orang tuanya. Dan pada saat itu ayah saya sudah bekerja di dinas perhubungan (Dishub), berhubung 2 tahun lagi saya masih harus menyelesaikan Sekolah Dasar akhirnya saya dibelikan sebuah sepeda oleh ayah saya dan merupakan hadiah pertama yang bisa dia berikan buat saya hehe saya pun ke sekolah naik sepeda yang jaraknya sekarang jadi lumayan jauh. Dan pada saat saya kelas 5 SD ibu saya tengah mengandung anak kedua nya yaitu adik saya dan ketika saya kelas 6 SD adik saya telah lahir.

Setelah saya lulus Sekolah Dasar saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama. Saya dapat sekolah di SMP Negeri 11 Bekasi.

Baru 1 tahun menjalani sekolah di masa SMP kami langsung diungsikan ke sekolahan lain karena sekolah kami akan di renovasi, kami diungsikan selama 1 tahun di SDN 05 duren jaya Bekasi Timur dan baru bisa melanjutkan kelas 3 SMP di gedung yang baru atau diSMP kami yang sebenarnya yang masih bagus, maklum abis direnovasi hehe. Di SMP sinilah saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, seiring waktu berlalu selama 3 tahun saya menyelesaikan pendidikan dan lulus pada tahun ajaran 2010/2011.

Dari masa SMP lah saya sudah mulai mengenal dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus diikuti dan mana yang harus ditinggalkan. Dan saya baru sadar dimasa inilah jiwa saya masih sangat labil dan masih gampang terpengaruh oleh lingkungan luar. Baik yang buruk maupun yang baik. Dan Alhamdulillah saya bisa menjaga diri saya dari yang buruk-buruk hehe contohnya adalah tawuran.

Pada saat saya SMP tawuran itu seperti kegiatan wajib siswa setelah selesai belajar. karena pada masa itu tawuran sangat trend sekali. Mungkin karena sifat yang masih labil pada umur-umur segitu dan sedang ingin-inginnya terlihat keren atau ingin dipandang hehe bahkan tawuran itu sendiripun ada jadwalnya. Seingat saya nih ya kalau saya tidak lupa kegiatan tawuran itu dilakukan pada hari selasa dan hari kamis (kaya puasa sunah ya) setelah pulang sekolah. Dan kegiatannya dilakukan direl kereta.

Entah apa tujuan mereka tawuran sayapun masih bingung sampai sekarang. Mungkin mereka ingin lebih dekat kepada tuhan:D

Dimulai dari sini pula nasib keluarga saya mulai membaik. Alhamdulillah Ayah saya diterima masuk Tes CPNS. Iya ayah saya resmi diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan di Pemda Kabupaten Bekasi. Saya sangat senang dan bangga sekali dengan ayah saya. Bagaimana tidak seorang yang dulunya hanya berjualan es mambo keliling, jadi kuli pasir, dan penjual pakaian wanita keliling sekarang bisa menggunakan seragam Pegawai Negeri:’) I’m proud of you dad!

Dari ayah saya, saya bisa belajar bahwa kerja keras memang tidak akan pernah mengkhianati. Dan disetiap segala cobaan pasti ada kebahagiaan yang sudah menanti. Seperti tersesat didalam goa, suatu saat pasti kita akan menemukan cahaya jika kita tidak pernah menyerah dan selalu mencari jalan untuk keluar. Ingat pepatah ini:”Pelaut ulung tidak terlahir dari ombak yang tenang!”.

Lalu saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu Sekolah Menengah Kejuruan, tepatnya saya bersekolah di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) Ya bisa dibilang inilah sekolah saya yang “lumayan” :D mungkin karena memang pas ada rezekinya jadi saya bisa masuk salah satu sekolah favorite di daerah Kabupaten Bekasi ini. Saya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor. Di sekolah ini peraturannya sangat ketat bahkan banyak peraturan yang sangat bikin jengkel. Contohnya adalah bagi mahasiswa laki-laki rambut maksimal panjangnya harus 2 centi. Iya 2 centi! Lebih dari itu langsung dicukur gratis secara asal-asalan sama para guru terus misal kita telat datang kita akan disuruh dorong motor keliling lapangan sebanyak 10 kali. Mugkin Karena alasan ini banyak sekali teman saya hanya masuk pas awal-awal sekolah saja. Selebihnya mereka tidak pernah lagi menampakan batang hidungnya alias tidak ada kabar lagi dan sudah pindah ke sekolah lain atau melanjutkan pendidikan di sekolah lain karena tidak tahan dengan peraturan yang super ketat di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi ini.

walaupun begitu saya sangat bangga dengan sekolah saya. Disini saya belajar semua yang ada seperti belajar bahasa Arab dan Bahasa Inggris, bahkan kedua bahas tersebut diwajibkan untuk diaplikasikan dalam kegiatan atau kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, masih banyak sekali kenangan di SMK yang sangat sulit untuk dilupakan. Dimulai dari kenalan dengan teman hingga kenalan dengan gebetan hahaha Memang benar masa-masa terindah itu masa-masa saat di SMA, ya.

Setalah lulus SMK saya melanjutkan studi disalah satu World Class University yang ada di bekasi, yaitu Universitas Gunadarma Kali Malang hingga sekarang. Saya mengambil jurusan Sistem Informasi jenjang S1 kelas malam. Dan sudah menjalankan perkuliahan selama 2 semester dengan IPK 3.50:D sekarang umur saya sudah 19 tahun dan sudah memasuki kuliah disemester 3. Sekian autobiografi dari saya. Oiya saya belum memperkenalkan diri lebih jauh. Baikalah saya akan berkenalan.

mari kenalan!! *salaman*
Nama : Suparta Wijaya
TTL : Planet Bekasi 27 November 1995
Jabatan Sosial : Tuna Asmara
Zodiak : Sagitarius
Hobby : Ngupil sambil jogging
Target hidup : Macarin Wulan Guritno
Sejarah pendidikan : SD-SMP-SMK-Mahasiswa di Univeritas Gunadarma jurusan Sistem Informasi

Kriteria cewek idaman :
Fisik : Yang penting kalo pipis gak berdiri, kulit kuning jigong, rambut panjang dan lurus, dan belom menopause.
Sifat : Sabar, dewasa, ga manja, ga terlalu cerewet, ga boros, rajin mandi, keibuan (pandai menyusui)
Sekian…