Minggu, 23 November 2014

IPTEK DAN KEMISKINAN

IPTEK DAN KEMISKINAN


ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

IPTEK, begitulah kata yang lebih sering kita dengar untuk menyebut ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua kata ini lebih sering digabungkan penggunaannya.  Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat pesat. Kemunculan teknologi-teknologi terkini tidak terlepas dari para ilmuwan yang meneliti, mengembangkan hingga akhirnya menghasilkan produk yang dapat digunakan banyak orang. Produk-produk, seperti televisi, komputer, handphone, motor, mobil, bahkan pesawat terbang dan lainnya kini bisa leluasa dipergunakan. Hingga saat ini, para ilmuwan tidak pernah berhenti berinovasi untuk menghasilkan produk-produk baru. Sebutan “era teknologi” pantas  disematkan pada kehidupan sekarang ini, meskipun di beberapa daerah masih ada yang belum tersentuh atau bisa jadi kultur daerah tersebut yang fobia dengan teknologi. Lalu bagaimana perkembangan IPTEK di Indonesia?
Menurut data bulan Juni 2012, Indonesia menempati peringkat 46 dalam kemajuan teknologi. Penilaian pemeringkatan itu, berdasarkan pada tingkat kesiapan teknologi (TKT) yang antara lain meliputi inovasi teknologi dan teknologi siap pakai. Soal daya saing berdasarkan data bulan Maret 2013, Indonesia menempati posisi 50 dari 144 negara yang disurvey Forum Ekonomi Dunia lewat Global Growth Competitiveness Index. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga kita, Singapura, yang menempati posisi 2.
Indonesia sebenarnya berpeluang besar menjadi negara penghasil produk teknologi, ilmuwan-ilmuwan Indonesia punya potensi yang boleh dikatakan terbaik di dunia. Sebut saja Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie, yang telah lama dikenal dalam dunia IPTEK. Selain Pak Habibie, tentunya masih banyak lagi ilmuwan Indonesia yang bergelut dalam bidang IPTEK hingga dikenal seantero dunia. Namun sayang, potensi besar ini ‘tidak mendapat tempat yang strategis’ di negaranya sendiri hingga tidak sedikit dari para ilmuwa tersebut yang memilih mengabdi di negara lain untuk mengembangkan ilmu mereka.
Namun begitu, kita tidak perlu pesimis. Indonesia tetap dikenal sebagai negara yang memiliki potensi yang luar biasa di segala sisi, ibarat ‘macan yang masih tertidur’ pada suatu saat Indonesia bisa merajai IPTEK dunia. Sebagaimana kita lihat peran-peran pelajar Indonesia mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang begitu antusias menimba ilmu dan berkompetisi di bidang IPTEK. Potensi wilayah yang begitu kaya, kelak nantinya bisa dikembangkan dan dikelola mandiri oleh anak-anak bangsa.
KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
penyebab kemiskinan:
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

menanggulangi kemiskinan:

Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
  • Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan. Di Indonesia salah satunya berbentuk BLT.
  • Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
  • Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.


referensi : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan#Penyebab_kemiskinan
http://www.duniaesai.com/index.php%3Foption%3Dcom_content%26view%3Darticle%26id%3D114:mengapa-kemiskinan-di-indonesia-menjadi-masalah-berkelanjutan%26catid%3D37:ekonomi%26Itemid%3D93

Sabtu, 15 November 2014

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan sosial atau di sebut juga Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis(Pitirim A. Sorokin). Pelapisan sosial kenyataanya dapat di ketahui dalam masyarakat yaitu dengan munculnya kelas-kelas tinggi dan kelas kelas yang lebih rendah.

Adapun pengertian pelapisan sosial menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang di tandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Didalam masyarakat pelapisan masyarakat ini muncul karena gengsi kemasyarakatan sehingga timbulah pembedaan kelas-kelas dalam masyarakat, ada kelas-kelas tinggi yatu mereka yang mempunyai kekuasaan lebih dan hak-hak istimewa di banding dengan kelas-kelas rendah.

Pelapisan sosial merupakan gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

Di simpulkan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Yang menentukan tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh macam-macam perbedaan, sepertihalnya kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
Dasar-dasar pembentukan pelapisan social:

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama

Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

PERSAMAAN DERAJAT

Dalam Hidup bernegara tidak ada nya dibedakan mana penjabat dan rakyat dimata hukum.Kesamaan derajat dalam istilah dibidang Kewarganegaraan adalah sama dalam arti tidak membedakan atau mengistimewahkan seseorang. Kesamaan derajat tidak dilihat dari orang itu memliki harta berlimpah atau tidak,karena di mata Tuhan semua sama saja,hanya dibedakan dengan kesempatan dan takdir dari masing-masing orang.

Hendaklah kita saling membantu sebagai mahluk yang diciptakan menjadi mahluk sosial.Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita,setiap manusia sama semua derajatnya.
Mungkin banyak saat ini sikap saling memilih,oleh karena itu negara ini tidak berkembang,kini saatnya bukannya saling mendiskriminasi,tetapi saling melihat diri sikap dan perilaku kita.

Menurut pendapat saya tentang pelapisan social:
bahwa memang benar didalam masyarakat pasti memiliki strata kedudukan baik individu maupun kelompok, contohnya kita bisa lihat dalam kehidupan kita sehari-hari antara keluarga yang memiliki pekerjaan yang layak dengan keluarga yang bisa disebut memiliki pekerjaan yang tidak layak seperti yang hanya bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Sangat jelas perbedaan antara strata kedua keluarga tersebut. Namun tidak sedikit juga yang menghadirkan konflik akibat perbedaan strata tersebut. Contohnya adalah jika tetangga baru saja membeli sebuah mobil maka tetangga sebelahnya juga tidak mau kalah dengan membeli mobil juga bahkan yang lebih mahal. Semua itu karena gengsi dan ingin dipandang oleh orang lain. Sehingga orang lain dapat menilai strata kedudukan seseorang apakah orang itu memiliki kedudukan tinggi atau rendah.

Menurut pendapat saya tentang kesamaan derajat:
Bahwa dimata tuhan kita semua itu sama. Yang membedakan kita hanya dosa dan pahala. Namun di Negara kita, Indonesia tercinta. Masih banyak sekali pihak-pihak yang membeda-bedakan derajat seseorang. Contohnya adalah perbedaan pencuri ayam dengan koruptor. Bayangkan saja hanya mencuri ayam bisa sampai di penjara selama 15 tahun sedangkan para koruptor yang mencuri uang Negara hingga milyaran hanya di hukum penjara selama 5 tahun, lebih tepatnya bukan penjara karena mereka masih bisa mandi dengan air hangat dan tidur di sofa mewah sambil nonton tv dibawah AC.

Referensi:
dan opini saya sendiri

Minggu, 09 November 2014

PENGERTIAN NEGARA, UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA NEGARA, SERTA HAK WARGA NEGARA

PENGERTIAN NEGARA, UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA NEGARA, SERTA HAK WARGA NEGARA

Negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif.

Negara menurut Plato adalah suatu tubuh yang senantiasa maju berevolusi dan terdiri dari orang-orang serta individu-individu.

Negara dalam arti formil adalah Negara yang diartikan sebagai organisasi kekuasaan dengan suatu pemerintahan pusat.

Negara dalam arti materil adalah Negara diartikan sebagai masyarakat atau Negara sebagai persekutuan hidup.

Asal mula terjadinya Negara secara teoritis adalah terbentuknya Negara melalui metode filosofis tanpa mencari bukti-bukti sejarah tentang hal tersebut.

Asal mula terjadinya Negara secara factual adalah terjadinya Negara didasarkan pada kenyataan yang benar-benar terjadi dalam fakta sejarah.

Penyerahan  (cessie), hal ini terjadi jika suatu wilayah diserahkan kepada Negara lain berdasarkan perjanjian akibat suatu Negara kalah dalam perang.

Penaikan (accesie), suatu negara terbentuk akibat naiknya lumpur sungai yang kemudian menjadi delta, dan di delta tersebut berdiri Negara.

Fungsi umum suatu Negara
Secara umum fungsi Negara merupakan upaya atau kegiatan Negara untuk mengubah harapan sebagaimana tercantum dalam tujuan dan cita-cita Negara itu menjadi kenyataan.

Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Melaksanakan ketertiban umum
2.     Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
3.     Mengusahakan pertahanan dan keamanan Negara
4.     Menegakkan keadilan bagi setiap warga Negara

Sifat-sifat tertentu suatu Negara:

1.     Sifat memaksa yaitu Negara memilikan kesatuan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar peraturan undang-undang ditaati
2.     Sifat monopoli yaitu Negara memegang monopoli dalam menetapkan tujuan bersama masyarakat
3.     Sifat mencakup semua yaitu seluruh peraturan undang-undang dalam suatu Negara berlaku untuk semua orang yang terlibat didalamnya tanpa kecuali.


Syarat-syarat terbentuknya Negara ada 2 unsur:

1.     Unsur konstitutif yaitu unsur  yang mutlak harus ada pada saat Negara didirikan. Meliputi : rakyat, wilayah, pemerintahan yang berdaulat
2.     Unsur deklaratif yaitu unsur yang tidak mutlak harus ada pada saat Negara didirikan, tetapi dapat menyusul di kemudian hari.

Pada Konvensi Montevideo (1933):
Ada 4 syarat terbentuknya Negara:

1.     Adanya penghuni (rakyat, penduduk, warganegara)
2.     Adanya wilayah
3.     Adanya pemerintahan
4.     Mampu melakukan kerja sama dengan pihak luar dengan baik

Hak-hak warga Negara:

banyak hak yang harus kita dapatkan dari negara. Contoh beberapa hak yang harus kita dapatkan dari negara :

Hak dalam bidang pendidikan, seharusnya setiap warga negara Indonesia dapat merasakan bangku sekolahan, meski kenyataanya banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat sekolah atau melanjutkan ke jenjang selanjutnya karena tidak memiliki biaya. Sebenarnya dalam UUD 1945 sudah diatur mengenai pendidikan. Pada  pasal 31 ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.” Dan pada pasal 31 di ayat 2 di jelaskan bahwa “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Dari bunyi pasal tersebut kita dapat memaknai bahwa yang bertanggungjawab penuh terhadap pendidikan warga negara Indonesia adalah pemerintah. Meski pemerintah sudah membuat progam wajib belajar 9 tahun, namun pada kenyataanya masih banyak warga negara Indonesia yang tidak bisa bersekolah. Bukan itu saja, sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak sekolah-sekolah yang tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kita doakan semoga pemerintah yang nanti akan berkuasa dapat memperbaiki kekurangan pemerintahan sebelumnya.

Dalam bidang agama, setiap warga negara dapat menentukan kepercayaanya masing-masing dan mendapat perlindungan dari negara dalam menjalankan peribadatannya. Seperti yang tertulis di pasal 29 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu. Dan pada pasal 28E ayat 2 dijelaskan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan menyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap hasesuai dengan hati nuraninya”.

Dalam bidang sosial dan politik,  setiap warga negara berhak bebas berinterkasi dengan warga negara lain tanpa diskriminasi. Setiap warga negara berhak berkeja dan mendapatkan imbalanya. Setiap warga negara berhak menerima informasi dari lingkungan sosialnya. Seperti yang diatur dalam  pasal 28F UUD 1945 yang berbunyi, “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”. Selain itu warga negara juga berhak membentuk keluarga dan meneruskan keturunnya dengan perkawinan yang sah. Setiap warga negara juga berhak mendapatkan dan memperoleh pelayanan kesehatan, berhak hidup sejaahtera lahir dan batin, dan berhak tinggal dilingkungan yang baik dan sehat.

Dalam bidang politik setiap warga negara berhak memilih berdasarkan keinginanya tanpa paksaan dari pihak manapun. Setiap warga negara juga berhak membuat organisasi masyarakat. Dan setiap warga negara berhak mendapatkan suaka politik dari negara lain. Serta setiap warga negara berhak menyatakan pendapat.
Dalam bidang keamanan dan hukum, setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan keamanan dari negara. Dalam pasal 28G ayat 1  yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan martabat dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi”. Dan dalam bidang hukum setiap warga negara berhak diperlakukan sama di mata hukum. Dan setiap warga negara berhak mendapat supermasi hukum.

Referensi :

http://birokrasi.kompasiana.com/2014/06/01/hak-dan-kewajiban-warga-negara-indonesia-661840.html

Minggu, 26 Oktober 2014

PEMUDA DAN FENOMENA CABE-CABEAN

PEMUDA DAN FENOMENA CABE-CABEAN

Awalnya istilah cabe-cabean itu diperuntukan bagi remaja yang masih berusia belasan tahun yang eksis di dunia perbalapan liar. Khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, bandung dan lain-lain, tidak jarang kita melihat gadis-gadis muda nan elok berkeliaran pada malam hari dikota-kota tersebut. Entah untuk menjajakan dirinya atau hanya sekedar ikut-ikutan trend karena pada usia seperti itu fikiran mereka masih sangat labil dan sangat mudah untuk dipengaruhi oleh orang lain. Cabe-cabean memiliki makna yang sangat luas. Banyak yang berpendapat cabe-cabean diidentikkan dengan remaja dengan gaya pakaian tertentu dan tingkah laku remaja yang tidak pantas atau tidak baik, khususnya untuk anak-anak seusia mereka yang umumnya berkisaran SMA dan SMP bahkan SD.

Jika kita telusuri lebih jauh asal muasal sebenarnya kata cabe-cabean itu memiliki arti yang lainnya bahkan kata tersebut merupakan singkatan, tapi berhubung singkatan dari cabe-cabean tidak sopan maka saya tidak akan menuliskannya secara detail. Asal usul cabe-cabean itu sendiri dari balapan liar yang juara atau menang dalam perlombaan balapan tersebut mendapatkan  cabe, cabe-cabean maksudnya, nah itu yang namanya 
cabe-cabean.

Nah, yang tak kalah pentingnya untuk dibahas tentang fenomena cabe-cabean tersebut adalah faktor penyebab cabe-cabean merebak di kalangan anak muda atau ABG sekarang. Bahkan jika hal tersebut tetap dipopulerkan akan menimbulkan dampak negatif yang lebih banyak lagi, fenomena ini sudah berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada remaja bahkan murid-murid sekolah dasar, belum lagi bila dihubungkan dengan maraknya sekarang ini tindak asusila ataupun kekerasan seksual pada anak maupun remaja yang menurut Komisi Perlindungan Anak atau KPAI bahwa kejahatan seksual terhadap anak-anak sudah pada taraf “Bencana Nasional”. Inilah yang harus menjadi kewajiban kita ke depan. Ingat loh, bukan hanya siaga 1 tapi AWAS!

Banyak faktor yang menyebabkan fenomena cabe-cabean dan terong-terongan muncul. Mulai dari faktor keluarga, dalam hal ini adalah orang tua yang musti menggodok kembali kurikulum dalam keluarga tersebut agar berlandaskan nilai agama sebagai pondasi awal kemudian menyusul nilai-nilai lainnya seperti nilai sosial, moral dan budi pekerti. Jangan sampai orang tua kalah dengan anaknya. Lho? Lah kan anak sekarang sudah semakin pintar, bukan berarti orang tuanya sebaliknya loh, hanya saja terkadang banyak orang tua yang cenderung tidak mengikuti perkembangan dunia remaja saat ini, padahal amat penting untuk diketahui orang tua karena hal ini dapat membantu orang tua dalam memberikan penjelasan yang lebih rinci dalam memberikan nasihat pada si anak sesuai fakta kekinian hingga memberikan penjelasan yang mampu diterima dan dimengerti dengan baik, tidaklah mudah menasihati anak pada saat ini karena mereka cenderung merasa mereka lebih tahu, lebih paham dan merasa benar karena mereka yang menjalani sedangkan orang tua dianggap tidak tahu apa-apa. Akan tetapi bukan pula orang tua  bersikap otoriter, mengawasi gerak-gerik anak setiap detiknya, memaksakan kehendak tidak boleh begini atau tidak boleh begitu, hal tersebut malah akan membuat anak merasa tertekan, merasa diawasi, merasa tidak dipercaya hingga merasa tidak nyaman. Anak-anak saat ini banyak yang menuntut emansipasi anak-anak? Apa tuh? Itu loh wujud dari pembelaan mereka dalam menentukan kebebasan dalam bergaul maupun mengemukakan pendapat dan keinginan mereka, jika orang tua tidak dapat mengkomunikasikan dengan baik pada si anak mereka akan mencari orang lain yang dapat lebih mengerti dan menerima apa yang diinginkan mereka.

Kemudian  selanjutnya faktor media, saat ini media televisi dan internet (media sosial) khususnya, banyak mempertontonkan atau bahkan mencontohkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik seperti cara berpakaian atau pun cinta-cintaan yang masih belum pantas untuk dialami oleh anak-anak, bukankah kita juga sudah melihat bukti nyatanya bahwa pernah terjadi di mana sepasang ABG yang bertengkar sampai berbuntut hilangnya nyawa, walaupun mungkin ada faktor lain dari kejadian tersebut, tapi masa sih mereka tidak pernah atau bahkan tidak terpengaruh pada apa yang mereka tonton sebelumnya? Paling tidak saya yakin hal tersebut ikut andil. Kita harus cukup cerdas dalam menyaring acara-acara ataupun channel televisi di rumah, membagi jam yang aman untuk anak-anak khususnya menonton televisi merupakan salah satu langkah yang baik. Dalam pertelevisian Indonesia ada komisi penyiaran yang bertugas membatasi ataupun menyensor adegan-adegan yang tidak pantas dengan memberikan teguran bertahap atau menghentikan suatu program acara akan tetapi  rasanya tidak maksimal jika kita hanya mengandalkan itu saja, kita punya hak untuk menuntut atau menghentikan suatu acara atau program yang dianggap meresahkan secara langsung dengan memberikan teguran kepada pihak stasiun TV terkait ataupun dengan memanfaatkan jejaring sosial yang ada, mungkin akan sulit memang bila kita bergerak seorang diri, tapi dengan semakin berkembangnya media yang ada akan dapat membantu kita menggerakkan banyak orang dengan satu kepentingan yang sama.
Tentu bukan hanya media televisi saja yang harus di waspadai, media sosial sekarang ini bisa menjadi ancaman utama bila dalam penggunaannya tidak secara bijak. 

Orang tua wajib  memonitor aktivitas anaknya di jejaring sosial, jadi orang tua pun harus melek internet, rasanya tidak mungkin bila orang tua hanya mengawasi sepenuhnya kegiatan anaknya di depan komputer, hal tersebut tidak akan maksimal bila orang tua tidak ikut ambil bagian dalam aktivitas anaknya di dunia maya. Dan bagi  kita yang aktif dalam berbagai media seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya, harus memberikan contoh yang baik kepada followers maupun pertemanan di sosial media secara lebih bijak seperti dengan lebih banyak men-share- informasi-informasi bermanfaat, artikel mendidik ataupun status yang tidak mengandung unsur negatif, jangan segan-segan memblokir atau memberi pengaduan kepada Facebook terkait foto atau pun konten yang dianggap meresahkan.

Berikut akan saya berikan contoh atau ciri-ciri dari cabe-cabean

1.    Suka pamer aurat atau mengenakan pakaian-pakaian yang super ketat seperti hanya mengenakan tengtop dan hotpants di tempat terbuka untuk menarik perhatian orang lain.

2.     Doyan keluar malam hanya untuk jalan-jalan ngga jelas dan ngelakuin hal yang tidak berguna seperti nongkrong dipinggir jalan, dibawah jembatan, bahkan di fly over.

3.     Naik motor boncengan lebih dari 2 orang. Sering kita melihat penampakan cabe-cabean seperti ini. Biasanya mereka mulai berkeliaran pada sore hari. Dan Membawa motor kebut-kebutan.

4.     Ngerokok, mabuk-mabukan, bahkan melakukan seks bebas. Entah siapa yang harus disalahkan. Lingkungan? orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya?  Atau bahkan orang tua yang tidak bisa mendidik dirinya sendiri? Sehingga putrinya terbengkalai dan merasa tidak diperdulikan.

Sekian artikel saya mengenai pemuda dan fenomena cabe-cabean yang sedang menjadi trending topic saat ini. Mari bersama-sama kita bangun generasi kita agar memiliki perilaku, budi pekerti, dan akal yang baik. Sedini mungkin kita harus memberikan pengarahan terhadap mereka.

Referensi :



Minggu, 19 Oktober 2014

PENGERTIAN INDIVIDU DAN KELUARGA SERTA FUNGSI KELUARGA

Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat

Pengertian Keluarga 

Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. 
Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa.

Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.

Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
1.  
     Fungsi biologis
Untuk meneruskan keturunan.
Memelihara dan membesarkan anak.
Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Memelihara dan merawat anggota keluarga.

2.   Fungsi Psikologis
Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Memberikan Identitas anggota keluarga.

3.   Fungsi Sosialisasi
Membina sosialisasi pada anak. 
Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4.   
      Fungsi Ekonomi
Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
5.   
      Fungsi Pendidikan
a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.

b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.

c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga, sebagai berikut :

Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.
6.   
      Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.   
      Fungsi Rekreatif 
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8.   
      Fungsi Biologis 
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

Menurut saya pribadi :
Individu merupakan seseorang yang dapat melakukan segala sesuatunya dengan sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Atau memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Keluarga merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki keterikatan satu sama lain dan memiliki hubungan darah yang bersatu untuk mencapai tujuan bersama.

Referensi :


Jumat, 10 Oktober 2014

PENGERTIAN PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN SERTA MASALAH DAN SOLUSINYA

PERNGERTIAN PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN, MASALAH SERTA SOLUSI

     Syarat-syarat mutlak atau unsur pembentukan suatu Negara adalah harus terdiri dari rakyat, wilayah, pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Rakyat termasuk syarat terbentuknya suatu negara yang bersifat konstututif atau mutlak. 

Rakyat suatu negara meliputi penduduk dan bukan penduduk (orang asing). Bukan penduduk adalah orang yang ada di wilayah suatu negara tetapi tidak bermaksud untuk menetap dan tinggal di negara yang bersangkutan. Sedangkan pengertian penduduk akan dijelaskan di bawah ini. 

Pengertian Penduduk
Penduduk merupakan orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. 
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah 
bisa didefinisikan menjadi dua:

•Orang yang tinggal di daerah tersebut
•Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi penduduk dari para ahli:

# JONNY PURBA
Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu

 # SRIJANTI & A. RAHMAN
Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut

 # AHMAD YANI & MAMAT RAHMAT
Penduduk merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu wilayah atau negara

 # WALUYO, SUWARDI, AGUNG FERYANTO, TRI HARHANTO
Penduduk merupakan potensi, tetapi sekaligus beban bagi suatu daerah.

 # P.N.H SIMANJUNTAK
Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara

 # Dr. KARTOMO
Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara

# AA NURDIMAN
Penduduk adalah mereka yang menetap dan berdomisili dalam suatu negara

# SRI MURTONO, HASSAN SURYONO, MARTIYONO
Penduduk adalah setiap orang yang berdomisili atau bertempat tinggal di dalam wilayah suatu negara dalam waktu yang cukup lama

# TIM MATRIX MEDIA LITERATA
Penduduk adalah sekumpulan orang yang hidup dalam suatu wilayah geografis

Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. Dalam definisi ini, kebudayaan dilhat sebagai "mekanisme kontrol" bagi kelakuan dan tindakan-tindakan manusia (Geertz, 1973a), atau sebagai "pola-pola bagi kelakuan manusia" (Keesing & Keesing, 1971). Dengan demikian kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi, yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972).

Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini akan kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia serta menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan yang buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena kebudayaan itu diselimuti oleh nilai-nilai moral, yang sumber dari nilai-nilai moral tersebut adalah pada pandangan hidup dan pada etos atau sistem etika yang dipunyai oleh setiap manusia (Geertz, 1973b).

Kebudayaan yang telah menjadi sistem pengetahuannya, secara terus menerus dan setiap saat bila ada rangsangan, digunakan untuk dapat memahami dan menginterpretasi berbagai gejala, peristiwa, dan benda-benda yang ada dalam lingkungannya sehingga kebudayaan yang dipunyainya itu juga dipunyai oleh para warga masyarakat di mana dia hidup. Karena, dalam kehidupan sosialnya dan dalam kehidupan sosial warga masyarakat tersebut, selalu mewujudkan berbagai kelakuan dan hasil kelakuan yang harus saling mereka pahami agar keteraturan sosial dan kelangsungan hidup mereka sebagai makhluk sosial dapat tetap mereka pertahankan.
Itulah pengertian dari penduduk dan kebudayaan.

Sekarang, mari kita berbicara masalah yang sering terjadi pada penduduk dan kebudayaan serta cara mengatasinya.

Penduduk adalah sekumpulan manusia yang mendiami suatu wilayah. Di Indonesia banyak sekali permasalahan dalam pemetaan penduduk salah satunya adalah.

Kepadatan Penduduk

Dapat kita lihat di kota-kota besar seperti Jakarta. setiap bulanya peningkatan dikota jakarta terus terjadi yang menyebabkan kota jakarta penuh dan sesak. Akibatnya sangat besar dari kepadatan penduduk. Seperti banjir dan kebakaran yang sering menimpa Jakarta setiap tahunnya dikarenakan kepadatan jumlah penduduk di kota tersebut. Sebenarnya tidak hanya di Jakarta kepadatan penduduk ini terjadi. Di kota-kota besar yang lain juga mengalami kejadian yang sama.

Cara mengatasinya adalah dengan cara mengendalikan jumlah Penduduk.

Untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk ini pemerintah menganjurkan kepada warganya untuk mengikuti KB. Yakni keluarga Berencana, Tapi tetap saja anjuran ini tidak sepenuhnya didengarkan oleh rakyat karena berbagai macam hal. Kita ambil satu contoh di negara Cina. Pemerintahnya melarang rakyaknya mempunyai keturunan lebih dari satu. Maksudnya jika ada satu keluarga yang memiliki anak lebih dari satu, maka anak terakhirnya harus dibunuh atau di gugurkan (menurut sumber yang saya dengar dan baca).Tentu pemerintah Indonesia tidak akan menyuruh kita seperti itu dengan alasan yang sudah jelas yaitu dilarang agama, solusinya dalah dengan cara ber KB.

Di Indonesia banyak sekali jenis ragam kebudayaan seperti Tarian,Musik,dll. Ada satu budaya atau kesenian klasik Indonesia yang sudah diakui dunia yaitu BATIK. betapa bangganya kita saat tahu bahwa batik sudah diakui di dunia kalau itu milik Indonesia. Tidak hanya batik, masih banyak sekali kebudayaan Indonesia yang sudah di akui dunia. Seperti makanan Rendang, tarian reog dan sebagainya.

Namun seiring berkembangnya jaman dan teknologi banyak kebudayaan Indonesia yang sudah pudar dan mulai ditinggal oleh generasi, terumana anak muda. Hanya karena takut dicap Norak. Kulturnya pun sudah rusak oleh pengaruh dari kebudayaan luar atau asing. Budaya asing yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
Contohnya saja banyak anak muda zaman sekarang lebih suka menari modern dari pada tradisional. Padahal jika kita lihat tarian tradisional jauh lebih menarik dan memberikan banyak nilai positif untuk kita.

Cara mengatasinya adalah harus adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar generasi bangsa ini tidak semakin parah dirusak oleh budaya barat. Seperti, pemerintah melakukan sosialisasi dari sekolah ke sekolah atau dari kampus ke kampus tentang bagaimana dampak negative dan positif dari pengaruh budaya asing. Peran masyarakat atau orang tua juga cukup vital. Karena di Indonesia sudah banyak anak di bawah umur melakukan hal negative. Seperti merokok bahkan melakukan seks bebas karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

Dan masih banyak lagi masalah-masalah budaya di Indonesia yang harus segera di selesaikan oleh pemerintah. Agar budaya kita tidak tenggelam dan tidak diklaim oleh Negara-negara tetangga.

Referensi :



Sabtu, 04 Oktober 2014

Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Sistem Informasi

HUBUGAN ILMU SOSIAL DASAR DENGAN SISTEM INFORMASI


      Sebelum berbicara hubungan antara ilmu sosial dasar dengan sistem informasi sebaiknya kita paham terlebih dahulu apa itu ilmu social dasar dan untuk tujuan apa ilmu social dasar itu serta apa itu sistem informasi.

Apa itu ilmu sosial dasar?
Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kehidupan sosial dan budaya. Didalamnya disajikan topik-topik yang berhubungan dengan keadaan sekitar kita termasuk masyarakat dan lingkungan. Ilmu sosial dasar juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan umum kepada masyarakat tentang konsep kehidupan bermasyarakat yang berguna untuk meningkatkan rasa sosial yang tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah didalam masyarakat serta diharapkan dapat memberikan dampak yang baik untuk lingkungan.

Masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat sebagian besar di sebabkan oleh perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Sekarang mari kita berbicara apa itu sistem informasi dan apa tujuan sistem informasi itu.

Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Atau dengan kata lain, system informasi adalah sekumpulan komponen dari informasi yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Komponen yang dimaksud adalah komponen berupa input, model, output, teknologi, basis data (data base), kontrol atau komponen pengendali.

Bisa dikatakan sistem informasi itu mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan teknologi. Di era yang modern saat ini kita tidak bisa terlepas dari teknologi terutama internet, bahkan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di sebagian besar masyarakat.

Dampak positif dari penggunaan internet antara lain:
1.     Penyebaran Informasi lebih cepat, luas dan mudah
2.      Memajukan kualitas dan kuantitas dalam dunia pendidikan
3.     Memudahkan Birokrasi dalam pemerintahan
4.     Memajukan dunia bisnis
5.     Mendukung kehidupan sosial dalam masyarakat

Walaupun begitu banyak dampak positif yang didapatkan dari internet, ada pula dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain :
1.     Pelanggaran Hak Cipta
2.      Kasus Pornografi
3.     Kecanduan Internet
4.     Kurang Bersosialisasi Terhadap Masayarakat Sekitar

 Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa hubungan ilmu sosial dasar dengan sistem informasi sangat erat kaitannya. Sistem informasi dengan segala aspeknya dapat membantu kehidupan sosial didalam bermasyarakat. Dengan cara yang positif tentunya. Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat, kita dapat menunjukkan rasa sosial yang tinggi, dapat memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, serta dapat menjadi panutan untuk rekan-rekan atau masyarakat yang lain. Sehingga dapat terwujud masyarakat yang memiliki perilaku, budi pekerti dan akhlak yang baik didalam bersosialisasi.

Referensi:
dan opini saya sendiri.