Berikut ini saya akan mencurahkan opini saya mengenai
masalah perkembangan teknologi yang terjadi dinegeri kita yang tercinta ini
yaitu Negara Republik Indonesia. Pada zaman yang sudah makin modern ini dan
semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia saat ini banyak sekali kendala
yang dialami oleh kalangan anak-anak muda, atau remaja. Kendala apakah itu? Ya,
bersosialisasi. Makin modernnya dunia teknologi dengan berbagai macam keluaran
produk-produk teknologi khususnya gadget pada masa kini anak-anak sudah jarang
sekali bahkan tidak sama sekali terlihat bermain bersama teman sebayanya di luar
rumah atau di taman. Mereka lebih sering menundukkan kepala melihat kearah
layar gadget dibanding bertatap muka dan berbincang langsung dengan teman
sebayanya dilingkungannya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pesatnya
kemajuan teknologi ini tapi kurangnya arahan dan sosialisasi dari orang tua
terhadap anak mengakibatkan banyaknya anak-anak remaja bahkan gadis-gadis
remaja yang menyalahgunakan perkembangan teknologi ini. contohnya mereka bisa
tahan berjam-jam di depan layar monitor atau layar handphone hanya untuk
sekedar berselancar di dunia maya tersebut. Peran orang tua harusnya sangat
penting untuk mengontrol anak-anaknya dalam bermultitasking dengan gadget mereka.
Karena banyak sekali dampak negative yang bisa di akibatkan oleh teknologi
khususnya di bidang smartphone dan sosial media. banyak sekali anak-anak remaja
yang menyalahgunakannya. Contoh kasus belakangan ini adalah remaja yang di
culik oleh orang yang tidak di kenal setelah berkenalan di facebook. Ini di
karenakan factor emosional anak-anak remaja yang masih labil dan masih sangat
gampang untuk di pengaruhi oleh orang lain. Karena menurut riset anak-anak
remaja umur antara 13 sampai dengan 16 tahun itu masih sangat labil dan masih
sangat gampang terbawa oleh lingkungan. Apalagi jika lingkungan tersebut tidak
baik untuk anak-anak remaja. Seperti lingkungan yang banyak orang
mabuk-mabukan, berjudi, perbuatan yang tidak baik dan lain sebagainya. Seperti
saya bilang tadi. Peran orang tua disini sangat vital untuk membimbing
anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang tidak baik
dan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan yang dapat merenggut masa
depannya, serta merugikan bagi lingkungan. Kalau sudah begini siapa yang malu?
Ya, orang tua lah yang malu. Mulai sekarang jaga anak-anak kita, jaga
orang-orang yang kita cintai agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Kalau bisa pantau terus kegiatan mereka dalam kehidupan sehari-hari baik di
dunia nyata maupun di dunia maya atau media sosial elektronik. Lihat pula bagaimana perkembangan anak-anak
yang sedang dalam fase perkembangan menuju remaja. Karena di fase inilah
hal-hal yang tidak diinginkan rawan terjadi dan kemungkinannya akan sangat besar
jika kita tidak memperhatikan mereka. Namun tidak sepenuhnya teknologi
berbahaya bagi manusia. Karena tujuan awal tekhnologi diciptakan itu untuk
mempermudah pekerjaan bagi yang bisa memanfaatkannya. Berikut akan saya beri
tahu manfaat-manfaat dari perkembangan tekhnologi : Kebutuhan manusia,
pencapaian kemakmuran, sumber daya manusia, peningkatan kesehatan, komunikasi
dan transportasi, bidang pendidikan, dan pemberdayaan sumber daya alam. Itulah
beberapa manfaat dari perkembangan tekhnologi
jika kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin dan tidak menyalahgunakannya.
Baik mulai dari sekarang sebaiknya
berilah porsi yang tepat buat anak-anak sesuai dengan usia mereka. Contohnya adalah dengan menanamkan kesukaan
membaca dan membelikan anak-anak sebuah buku yang lebih banyak manfaatnya
daripada membelikan mereka gadget mewah yang dapat mengancam masa depan mereka.
Menanamkan kesukaan akan buku bagi anak-anak, mungkin termasuk investasi paling
baik yang bisa kita tanamkan sejak dini kepada anak-anak. Karena kesukaan
membaca dan kesukaan akan buku akan menjadikan mereka menyukai ilmu, haus akan
ilmu. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Sedihnya, orang tua masa kini atau
yang biasa disebut dengan “orang tua metropolitan” justru seringkali menanamkan
investasi yang salah pada anak-anaknya, yaitu dengan memberikan televise dan
gadget atau bahkan video game. Namun tidak salah juga jika penggunaannya tidak
berlebihan dan sampai malas untuk belajar yang justru memadamkan kreativitas
pada anak dan akhirnya menjadi tidak terbiasa mencari ilmu dan tidak haus akan
ilmu. Buku dan gadget atau televisi bukan komplementer, melainkan subtitusi.
Anak yang menyukai tontonan masa kini akan malas membaca apalagi akhir-akhir
ini banyak tontonan yang tidak mendidik untuk anak-anak. Dan sebaliknya bila
anak hobi membaca mereka akan mengurangi aktivitas menonton dan bermain gadget.
Bukan tidak boleh menggunakan visual sebagai alat bantu ajar, hanya saja
seperti yang sudah saya jelaskan, tayangan di televise pada masa sekarang jauh
lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, apalagi bagi anak-anak yang
selalu meniru segala-galanya. Matikan televise, hidupkan rumah anda dengan
buku!!. Sekian opini dari saya mengenai perkembangan tekhnologi di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar